Humas PN Jakut, Sidang Kilat Perkara Narkoba Sesuai Dengan Surat Edaran Jaksa Agung

By Reaksi Nasional 27 Jan 2020, 20:15:11 WIBMegapolitan

 Humas PN Jakut, Sidang Kilat Perkara Narkoba Sesuai Dengan Surat Edaran Jaksa Agung

Keterangan Gambar : Humas PN Jakarta Utara, Djuyamanto SH.


OLEH BANGGAS RAJAGUKGUK
REAKSI JAKARTA-
Djuyamto,SH,Humas Pengadilan Negeri Jakarta Utara, menyampaikan tanggapan atas berita sidang kilat perkara narkoba di Pengadilan Negeri Jakarta Utara,Senin (27/01/2020).

Berdasarkan alasan-alasan sebagaimana dalam Surat Edaran Jaksa Agung terkait pemeriksaan perkara narkoba bisa dilakukan dengan acara pemeriksaan singkat.

Bahwa pemeriksaan perkara narkoba bisa saja dilakukan dengan acara pemeriksaan singkat, jika memenuhi syarat-syarat sebagaimana surat edaran Jaksa Agung,Pelimpahan perkara tindak pidana narkotika dan penyalahgunaan narkotika dengan Acara Pemeriksaan Singkat (APS).

Berdasarkan data penanganan perkara tindak pidana umum yang direkapitulasi oleh Bagian Penyusunan Program,Laporan dan Penilaian (Sunproglapnil) pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Umum ternyata menunjukkan bahwa tindak pidana narkotika adalah merupakan tindak pidana yang penyidangannya paling banyak sehingga menjadi penyumbang terbesar penumpukan perkara tindak pidana umum.Karenanya waktu dan energi penegak hukum khususnya Penuntut Umum banyak tersita untuk menangani dan menuntaskan jenis perkara-perkara yang dimaksud.

Sementara itu,perkara tindak pidana narkotika yang dilimpahkan untuk ditindaklanjuti kejaksaan sebenarnya tidak sedikit yang telah didukung dengan pengakuan tersangka/terdakwa terkait tindak pidana yang dilakukannya di samping adanya saksi-saksi yang kooperatif dan alat bukti lain yang memudahkan penerapan hukum dan pembuktiannya di persidangan.Disamping itu,kebanyakan perkara penyalahgunaan narkotika pelakunya kedapatan tertangkap tangan didukung pula hasil tes urine yang karenanya dapat segera diproses agar dapat ditindaklanjuti dengan dilakukannya rehabilitasi dan sebagainya.

Dengan adanya berbagai kondisi dan kenyataan dimaksud,maka dapat dijadikan dasar pertimbangan untuk meminimalisasi penumpukan  perkara dengan menyederhanakan dan mempercepat penanganannya melalui Acara Pemeriksaan Singkat (APS) atas perkara tindak pidana narkotika maupun penyalahgunaan narkotika yang dinilai mudah pembuktiannya.Bahwa penentuan APS tentunya juga tidak serta merta menutup peluang penangan perkara dimaksud atas persetujuan atau inisiasi Hakim diubah dengan Acara Pemeriksaan Biasa (APB) manakala dalam pelaksanaannya ternyata mengalami kesulitan dalam pembuktiannya.Kebijakan pelimpahan perkara tindak pidana narkotika dan penyalahgunaan narkotika dengan APS sudah diterapkan di beberapa Kejaksaan Negeri dan telah diputus Pengadilan dan sudah berkekuatan hukum tetap (inkracht van gewijsde),diantaranya Kejaksaan Negeri Bandung.

Berkenan hal tersebut,guna memperoleh kesamaan dalam penentuan dan pemilihan penggunaan Acara Pemeriksaan atas tindak pidana narkotika maupun penyalahgunaan narkotika dengan APS,terlebih dahulu memperhatikan ketentuan sebagai berikut,

1.Perkara yang menuntut Penuntut Umum sifatnya sederhana,mudah pembuktian dan mudah penerapannya (vide pasal 203 ayat (1) KUHAP),antara lain,

a.Tertangkap tangan,

b.Tersangka mengakui perbuatannya,

c.Ditemukan barang bukti dan/atau barang bukti yang terkait dengan penggunaan narkotika yang dikuasai/dimiliki/dipakai oleh tersangka dan

d.Adanya berita acara hasil uji laboratorium yang menyatakan barang bukti positif  mengandung narkotika.


2.Perkara tindak pidana narkotika yang tidak dapat dilimpahkan dengan Acara Pemeriksaan Singkat (APS) adalah,

a.Yang menarik perhatian masyarakat,

b.Pelakunya merupakan public figure,tokoh masyarakat dan/atau pejabat publik,

c.Pelakunya warga negara asing,

d.Pelakunya merupakan jaringan dari nasional/Internasional sindikat peredaran narkotika secara ilegal dan/atau jumlah barang bukti besar.

3.Terhadap perkara penyalahgunaan narkotika yang disangkakan dengan pasal 127 Undang-Undang no 35 tahun 2009 Tentang Narkotika juga dapat dilimpahkan dengan Acara Pemeriksaan Singkat (APS) dalam hal barang bukti yang yang ditemukan dari pelakunya saat tertangkap tangan maksimal sebatas hanya untuk kebutuhan pemakaian 1 (satu) hari dengan perincian sebagai berikut,

a.Kelompok Methamphetamine sabu : 1 gram,

b.Kelompok MDMA (ekstasi) : 2,4 gram = 8 butir,

c.Kelompok Heroin : 1,8 gram

d.Kelompok Kokain : 1,8 gram

e.Kelompok Ganja : 5 gram

f .Daun koka : 5 gram

g.Meskalin : 5 gram

h.Kelompok Psilosibin : 3 gram

i.LSD (d-lysergic acid diethylamide) : 2 gram

j.Kelompok PCP (phencyclidine) : 3 gram. (gas)



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

IKLAN (ADVERTISEMENT)

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook dan twitter serta dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat



Komentar Terakhir

  • Dennowedo

    Bulbar scrub bacs are suited to subordinate contribution the merino the in the pathos ...

    View Article
  • avaibitneli

    http://hempcbdoilmgs.com/ cbd tinctures buy cbd oil online <a ...

    View Article
  • saitsImardrers

    buy cbd oil online [url=http://hempcbdoilmgs.com/ ]cbd gummies [/url] hemp cbd <a ...

    View Article
  • saitsImardrers

    hemp cbd http://hempcbdoilmgs.com/ cbd oil online <a ...

    View Article