ACAMAN LIMBAH INFESIUS DAN SAMPAH DARI PENANGANAN COVID-19

By Reaksi Nasional 26 Mar 2020, 12:23:09 WIBReaksi Bekasi

ACAMAN LIMBAH INFESIUS DAN SAMPAH  DARI PENANGANAN COVID-19

Keterangan Gambar : Penampungan dan pembuangan limbah medis disekitar TPA/TPST


OLEH Sihar Pardede

REAKSI BEKASI- Penyebaran Covid-19 semakin meluas, juga penduduk yang terpapar semakin banyak. Meskipun Presiden Jokowi, Kapolri, Menteri Dalam Negeri, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Pendidikan, Kepala BNPB, sejumlah menteri dan pejabat tinggi menghimbau dan melarang agar tidak keluar rumah, social distancing, menghindari kerumunan orang, dll. Kerja, belajar dan beribadah di rumah.

Tetap saja banyak orang masih keluar rumah, alasannya mencari nafkah dan alasan lain. Mereka yang tetap berkerja umumnya tidak punya saving cukup atau garansi. Apalagi penduduk miskin dan di bawah garis kemiskinan, termasuk pemulung dan buruh sortir sampah. 

Bagi mereka tidak bekerja timbulkan masalah baru. Apalagi harga-harga sampah hasil pungutan turun draktis. Harga sampah campuran/gabrugan tinggil Rp 600/kg, biasanya Rp 1.000-1.200/kg. Mereka bisa kekurangan pangan, busung lapar akhirnya terserang penyakit, dan ujungnya kematian. Jadi, hidupnya penuh bahaya. Pemulung dan keluarganya tinggal di gubuk-gubuk kumuh, bacin dan tercemar pun penuh bahaya. Dus, berdiam di gubuk-gubuk pun penuh bahaya, sementara pemerintah tak peduli? Ancaman Covid-19 pun tak dipedulikan?!

Koalisi Persampahan Nasional (KPNas), Asosisi Pelapak dan Pemulung Indonesia, KAWALI Indonesia Lestari, KAWALI Jabar dan KAWALI Bekasi Raya telah menyampaikan pernyataan sikap agar pemerintah pusat dan daerah melindungi pemulung, pelapak dan warga sekitar TPST dan TPA dari ancaman Covid-19. Pernyataan itu (23/3/2020) diliris sejumlah media, diantaranya Antara, saluransatu, Koran Jakarta, Indonesiasatu,co.idmedipatriot.co.idharnas.co, dll.  

Masalah lain, bagaimana pengelolaan limbah infeksius (limbah B3) dan sampah rumah tangga dari penanganan Covid-19? Apakah mengikuti peraturan perundangan, panduan dan standar prosedur (SOP) resmi dari Kementerian Kesehatan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan? 

Namun, pertama, fakta menunjukkan, banyak limbah infeksius/medis dari penanganan Covid-19 disinyalir diserahkan pada pihak ketiga, sementara sisa-sisa hasil sortir limbah berbahaya itu dibuang di sembarang tempat. Mestinya limbah infeksius itu harus dimusnahkan dengan suhu pembakaran insinerator minimal 800 ºC. Kedua, sampah rumah tangga berkaitan dengan penanganan Covid-19 pada umumnya dikumpulkan dari rumah ke rumah, dibawa ke tempat penampungan sementara, selanjutnya diangkut ke tempat pembuangan akhir (TPA) Sumurbatu, TPST Bantargebang, TPA Burangkeng, TPA Jalupang, TPA Galuga. 

Sampah yang dibuang di TPA/TPST itu langsung dipungut pemulung, bahkan ada yang naik ke atas truk sampah. Pemulung tak berpikir panjang tentang bahaya Covid-19 saat mengais sampah. Mereka bekerja penuh resiko! Pemulung bekerja tanpa masker, sarung tangan atau pelindung kerja yang aman secara medis. Setelah keranjang atau gerobak penuh dibawa ke rumah atau gubuk-gubuk kumuh. Sampah itu dikumpulan untuk disortir. Setelah terkumpul banyak, seminggu atau dua minggu sekali dijual ke pelapak (waste collector). 

Jakarta dengan jumlah penduduk 10,7 juta jiwa merupakan episentrum pandemic Covid-19 dan korbannya terbesar di Indonesia. Jakarta memproduksi sampah hampir 10.000 ton/hari, sebanyak 7.500-7.800 ton/hari dibuang ke TPST Bantargebang. Juga, sampah sekitar 1.500 ton/hari wilayah Kota Bekasi dibuang ke TPA Sumurbatu. TPST dan TPA itu berada di wilayah Kecamatan Bantargebang. Sekitar 9.000-9.300 ton/hari sampah dibuang ke Bantargebang. Belum lagi sampah dan limbah medis dari luar wilayah Jakarta dan Kota Bekasi, yang dibawa ke sejumlah pelapak dan pabrik daur ulang di wilayah Bantargebang. 

Lebih mengerikan lagi, berdekatan dengan kedua pembuangan sampah itu, ada instalasi pengolahan sampah industri/kategorial limbah B3. Bantargebang merupakan tujuan akhir dari sampah, limbah medis/infeksius, limbah B3 industri, dll. Padahal disamping tempat pengolahan limbah industri itu berdekatan dengan sarana pendidikan anak usia dini dan rumah warga. Setiap hari instalasi tersebut mengeluarkan asap hitam pekat menyebar ke pemukiman warga sekitar TPA Sumurbatu.

Pengolahan limbah industri/limbah B3 itu sudah beroperasi, mungkin sudah ada ijin resmi? Kenapa membiarkan aktivitas pengolahan limbah B3/industri mengancam dan merenggut kesehatan usia anak PAUD dan Sekolah Dasar (SD)? Padahal menurut peraturan perundangan, termasuk persyaratan penting yang harus dipenuhi, seperti Amdal dalam jarak sampai 300 meter tidak boleh ada rumah penduduk, sarana pendidikan, sarana ibadah, jalan raya/umum, kali/sungai, dll. Merupakan masalah sangat serius, yang harus dipahami otoritas-otoritas yang memberikan perijinan, karena fakta lapangan direduksi dan dibiarkan saja? Sehingga sejumlah lembaga lingkungan internasional menjuluki Bantargebang sebagai salah satu daerah paling tercemar di dunia.   

Virus Corana dapat menempel pada sejumlah benda dan sampah. Berapa lama Virus Corona bertahan menempel di permukaan benda? The Journal of Hospital Infection menghasilkan 22 studi mengenai virus Corona bertahan di permukaan suatu benda. Pada stainless stell bertahan hingga 5 hari, bahan metal 5 hari, aluminium dan sarung tangan operasi 2-8 jam, kayu dank aca 5 hari, plastik 8 jam sampai 6 hari, kerta 4-5 hari, PVC 5 hari, kerami 5 hari. 

Pemerintah telah menetapkan kondisi pandemic Covid-19 dan ditangani secara sistematis menurut ketentuan dan pedoman pemerintah. Penanganan Covid-19 diperlukan sarana kesehatan, seperti alat pelindung diri (APD), alat dan sampel laboatorium, setelah digunakan merupakan limbah B3 berupa limbah infeksius (A337-1) sehingga perlu dikelola seperti limbah B3. Tujuannya untuk mengendalikan, mencegah dan memutus penularan Covid-19, serta menghindari penumpukan limbah B3 tersebut.

Berdasar latar belakang di atas Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI mengeluarkan Surat Edaran Mo. SE.2/MLHK/PSLB3/P.LB3/3/2020 tentang Pengelolaan Limbah Infeksius (Limbah B3) dan Sampah Rumah Tangga dari Penanganan Corona Virus Disease (Covid-19) tertanggal 24 Maret 2020. Dasar hukum SE adalah UU No. 32/2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, PP No. 101/2014 tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun, Peraturan MenLHK No. P.56/Menlhk-Setjen/2015 tahun 2015 tentang Tata Cara Pengelolaan Limbah B3 dari Fasilitas Pelayanan Kesehatan, Keputusan Menteri Kesehatan No. HK.020/Menkes/202/2020 tentang Protokol Isolasi Diri Sendiri dalam Penanganan Corona Virus Tahun 2019 (Covid-19), dan  SK Kepala BNPB No. 13.A tahun 2020 tentang Perpanjangan Status Keadaan Tertentu Darurat Bencana Wabah Penyakit akibat Virus Corona di Indonesia yang berlaku selama 91 hari terhitung sejak tanggal 29 Februari – 29 Mei 2020.

Pertama, Penanganan limbah infesius dari fasilitas kesehatan dari penanganan Covid-19 dengan langkah-langkah sebagai berikut; a) melakukan penyimpanan limbah infeksius dalam kemasan yang tertutup paling lama 2 (dua) hari sejak dihasilkan; b) mengangkut dan/atau memusnahkan pada pengolahan limbah B3: 1) fasilitas incinerator dengan suhu pembakaran minimal 800 ºC, atau 2) autoclave yang dilengkapi dengan pencacah (shredder); c) residu hasil pembakaran atau cacahan hasil autoclave dikemas dan dilekati simbol “Beracun” dan label Limbah B3 yang selanjutnya disimpan di Tempat Penyimpanan Sementara Limbah B3 untuk selanjutnya diserahkan kepada pengelola Limbah B3.

Kedua, Limbah infeksius dari ODP yang berasal dari rumah tangga. a. mengumpulkan limbah infeksius berupa limbah APD antara lain berupa masker, sarung tangan dan baju pelindung diri; b. mengemas tersendiri dengan menggunakan wadah tertutup; c. mengangkut dan memusnahkan pada pengolahan Limbah B3; d. menyampaikan informasi kepada masyarakat tentang pengelolaan limbah infeksius yang bersumber dari masyarakat sbb: 1) limbah APD antara lain berupa masker, sarung tangan, baju pelindung diri, dikemas tersendiri dengan menggunakan wadah tertutup yang bertuliskan “Limbah Infeksius”. 2) petugas dari dinas yang bertanggungjawab di bidang lingkungan hidup, kebersihan dan kesehatan melakukan pengambilan dari setiap sumber untuk diangkut ke lokasi pengumpulan yang telah ditentukan sebelum diserahkan ke pengolah Limbah B3.

Ketiga, Pengelolaan sampah rumah tangga dan sampah sejenis rumah tangga. a. seluruh petugas kebersihan atau pengangkut sampah wajib dilengkapi dengan APD khususnya masker, sarung tangan dan safety shoes yang setiap hari harus disucihamakan; b. dalam upaya mengurangi timbulan sampah masker, maka kepada masyarakat yang sehat dihimbau untuk menggunakan masker guna ulang yang dapat dicuci setiap hari; c. kepada masyarakat yang sehat dan menggunakan masker sekali pakai (disposable mask) diharuskan untuk merobek, memotong atau menggunting masker tersebut dan dikemas rapi sebelum dibuang ke tempat sampah untuk menghindari penyalahgunaan; dan d. pemerintah daerah menyiapkan tempat sampah/drop box khusus masker di ruang publik. 

Berdasar surat edaran Menteri LHK di atas ada beberapa catatan penting, yaitu: Pertama, harus ada kerjasama yang kuat antara Kementerian Kesehatan dengan Kementerian LHK dengan dukungan penuh oleh Mabes Polri dan TNI. Kedua, melakukan sosialisasi melalui berbagai saluran (channel) dan advokasi. Ketiga, melakukan pengawasan rutin dan penegakan hukum yang ketat. Penegakan hukum, seperti yang dilakukan Gakkum KLHK dan Polri untuk beberapa kasus pelanggaran hukum lingkungan dapat diterapkan secara maksimal.* 25/3/2020.



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

IKLAN (ADVERTISEMENT)

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook dan twitter serta dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat



Komentar Terakhir

  • DeannaZer

    Its unstuck chez fine to sinew and subsistence [url=http://sildenafilsr.com/]generic ...

    View Article
  • http //www.reliablemedpharmacy.com/

    <a href="http://canadianpharmaciesntv.com/">pres cription drugs online ...

    View Article
  • ???????

    <a href="http://sanbon111.dothome.co.krĀ " title="???????" ...

    View Article
  • online pharmacies canada

    <a href="http://canadianpharmaciesntv.com/">cana dian online pharmacies</a> ...

    View Article