BLK Komunitas Bakal Beroperasi Awal 2020

By Reaksi Nasional 16 Okt 2019, 15:32:59 WIBNasional

BLK Komunitas Bakal Beroperasi Awal 2020

Keterangan Gambar : Bangunan BLK Komunitas di Sulawesi Selatan yang telah selesai pembangunannya. Awal 2020, BLK Komunitas ini akan difungsikan untuk melatih masyaraka


Oleh Friendly Sianipar

REAKSI JAKARTA – Kementerian Ketenagakerjaan memastikan seluruh peralatan praktek kerja di Balai Latihan Kerja (BLK) Komunitas yang sudah selesai pembangunannya akan terisi awal Januari 2020. Dengan demikian, BLK Komunitas dapat berfungsi melatih masyarakat untuk meningkatkan kompetensi memasuki pasar kerja.

BLK Komunitas merupakan salah satu terobosan Kemnaker untuk mendekatkan pelatihan itu kepada masyarakat yang tinggal di pondok pesantren dan sekitarnya. Hal ini diyakini sebagai kehadiran negara dalam mendorong percepatan peningkatan kompetensi sumber daya manusia Indonesia.

BLK Komunitas adalah unit pelatihan kerja yang didirikan di lembaga pendidikan keagamaan atau lembaga keagamaan non pemerintah yang bertujuan untuk memberikan bekal keterampilan teknis berproduksi atau keahlian vokasi sesuai kebutuhan pasar kerja dan bagi komunitas masyarakat sekitarnya sebagai bekal untuk mencari kerja atau berwirausaha.

Kemnaker melalui Ditjen Binalattas menjalin kerja sama dengan Lembaga Penerima Bantuan Balai Latihan Kerja (BLK) Komunitas sejak 2017 – 2019. Untuk 2019, BLK Makassar dibebankan tanggung jawab membina 21 BLK Komunitas di dua provinsi, yakni Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Utara.

Untuk wilayah Sulawesi Selatan tercatat 18 BLK Komunitas yang pembangunan gedungnya sudah rampung 100 persen dan tinggal menunggu bantuan peralatan untuk memulai aktifitas pelatihan. Tiga BLK Komunitas lainnya yang belum rampung pembangunannya berada di wilayah Sulawesi Utara yakni di Pondok Pesantren Al luthfi, Lolanan, Sekolah Alkitab Langowan dan Pondok Pesanten Darul Arqam Muhammadiyah Gombara.

Muhammad Ridwan, Pengelola BLK Komunitas Pondok Pesantren Manbaul Ulum, di Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, menyampaikan terima kasihnya kepada pemerintah yang telah memberikan bantuan berupa pembangunan gedung BLK Komunitas dan peralatan meskipun sampai saat ditemui bantuan peralatan belum diterima.

“Kami atas nama masyarakat sekitar Ponpes ini sangat berterima kasih kepada Kemnaker karena sudah menurunkan paket BLK Kumunitas di Ponpes ini, sehingga masyarakat sekitar Ponpes akan mudah berlatih untuk menambah penghasilan mereka,” kata Ridwan saat ditemui di Ponpes Manbaul Ulum, akhir pekan lalu.

Dia mengatakan antusiasme masyarakat sangat tinggi dengan kehadiran BLK Komunitas ini, apalagi BLK Komunitas di Ponpes Manbaul Ulum ini adalah BLK khusus untuk pelatihan menjahit, sehingga sangat membantu kaum ibu dan remaja putri. Namun sejauh ini pihaknya masih terbatasi dengan adanya pembatasan usia sebagai peserta pelatihan.

Sebagaimana dikemukakan Romlah (48 th), yang mengatakan keinginannya untuk mengikuti pelatihan menjahit yang disiapkan di BLK Komunitas Manbaul Ulum itu tetapi khawatir tidak bisa diterima karena usianya yang sudah hampir mencapai setengah abad.

Menjawab itu, Sekretaris Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktifitas (Binalattas) Kemnaker, Surya Lukita Warman ketika dihubungi, menegaskan tidak ada batas usia sebagai peserta pelatihan di BLK Komunitas.

Long Life Learning, Pembelajaran seumur hidup. Pemerintah sangat berharap masyarakat sekitar lokasi BLK Komunitas bisa memanfaatkan seoptimal mungkin kehadiran BLK tersebut untuk mendorong peningkatan ekonomi keluarga,” tegasnya.

Surya Lukita pun memberikan informasi kepada seluruh pengelola BLK Komunitas di tanah air, bahwa peralatan untuk mengisi gedung yang rata-rata sudah rampung 100 persen itu saat ini sudah dilakukan pelelangan dan diharapkan sebelum 2020 semua peralatan sudah bisa terkirim sehingga proses pelatihan bisa dilakukan terhitung awal tahun.

Plt Direktur Pembinaan Kelembagaan dan Pelatihan, Adi Nugroho, menambahkan bahwa sudah bisa dipastikan awal Desember 2019 nanti semua peralatan sudah sampai ke BLK Komunitas.

Untuk diketahui, jenis bantuan yang diberikan kepada lembaga penerima bantuan meliputi pembangunan unit gedung workshop, peralatan pelatihan, operasional kelembagaan, program pelatihan bagi peserta pelatihan dan instruktur serta pengelola BLK Komunitas.

Sedangkan kejuruan pelatihan diantaranya teknik otomotif, teknik las, pengolahan hasil pertanian, pengolahan hasil perikanan, woodworking, teknologi informasi dan komunikasi, menjahit, refrigeration dan teknik listrik, industri kreatif dan bahasa.

BLK Komunitas dihadirkan pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan sejak tahun 2017 dengan mendirikan 50 lembaga. Kemudian pada tahun 2018 didirikan 75 lembaga dan pada tahun 2019 akan didirikan 1.000 BLK Komunitas dan melatih 100 ribu orang. (R1)



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment