Inspektorat Diminta Audit Proyek Lapangan Banteng

By Reaksi Nasional 25 Apr 2018, 14:41:43 WIBNasional

Inspektorat Diminta Audit Proyek Lapangan Banteng

Keterangan Gambar : Lapangan Banteng


Oleh Bontor Sitanggang

REAKSI JAKARTA - Semenjak diresmikan pada 1963, untuk pertama kalinya Pemprov DKI melakukan revitalisasi terhadap Lapangan Banteng yang menghabiskan anggaran sekitar Rp60 miliar, di mana dana revitalisasi taman tersebut bersumber dari dana Corporate Social Responsibility (CSR).

Secara rinci, anggaran revitalisasi Lapangan Banteng terdiri dari pembangunan pagar dengan jumlah dana sebesar Rp6,4 miliar berasal dari Koefisien Lantai Bangunan (KLB). Dana untuk lapangan berasal dari  PT Rekso Nasional Food sebesar Rp6,2 miliar. Adapun dana untuk perbaikan Monumen Irian Barat dan taman berasal dari Sinar Mas Land sejumlah Rp42 miliar.

Karena tidak menggunakan dana APBD, pelaksanaan revitalisasi Lapangan Banteng jauh dari sorotan miring, bahkan minim pemberitaan. Namun, walau tidak menggunakan dana APBD, proses pelaksanaan revitalisasi Lapangan Banteng diduga sarat dengan masalah, khususnya pembangunan pagar dan lapangan basket.

Ketua Lembaga Pemantau Pembangunan dan Masalah Perkotaan (LP2MP) Anggiat S menyebutkan, proses pengerjaan pagar Lapangan Banteng dan lapangan basket bermasalah.

"Pengerjaan pagar Lapangan Banteng dan lapangan basket dilakukan tidak sesuai spek yang sudah disepakati sebelumnya," kata Anggita kepada Reaksi, kemarin.

Dijelaskan Anggiat, sesuai spek yang sudah ditentukan bahwa besi pagar Lapangan Banteng adalah empat inci. "Namun kondisi di lapangan adalah bahwa besi yang digunakan kurang dari empat inci," terangnya.

Diungkapkannya, pengurangan volume kegiatan dari spek yang sudah ditentukan, adalah 'pencurian' yang dilakukan pihak kontraktor untuk memperkaya diri dan kelompoknya.

"Ini (pengurangan spek) merupakan bentuk pencurian yang dilakukan kontraktor untuk memperkaya dirinya sendiri. Padahal, pembangunan ini merupakan dispensasi yang diberikan Pemprov DKI akibat pelanggaran peninggian bangunan miliknya. Namun, dalam sanksi dispensasi mereka juga melanggar. Ini harus diusut," tegasnya.

Sementara itu, kata Anggiat, pekerjaan pembangunan lapangan basket juga dilaksanakan tidak sesuai spek. "Sama dengan pagar. Pembangunan lapangan basket di Lapangan Banteng juga dilaksanakan tidak sesuai spek," ucap dia.

Sepatutnya, kata Anggiat, lapangan basket lama yang ada di Lapangan Banteng sesuai spek harus dibongkar dulu baru dibangun baru. "Namun nyatanya lapangan lama tidak dibongkar, hanya dipoles-poles saja dan selanjutnya dicat hingga tampak seperti baru," ungkapnya.

Ia berharap, Inspektorat DKI melakukan pengusutan terhadap pelaksanaan revitalisasi Lapangan Banteng secara menyeluruh. "Inspektorat DKI haru mengaudit proyek tersebut, karena ditemukan banyak dugaan pelanggaran," pintanya.

Sementara itu, pihak pekerja yang dikonfirmasi menyebutkan bahwa mereka hanya melaksanakan tugas sesuai perintah atasan. "Kami hanya menjalankan tugas sesuai arahan bos saja pak," jelas petugas las pagar beberapa waktu lalu. (R2)



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

IKLAN (ADVERTISEMENT)

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook dan twitter serta dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat



Komentar Terakhir

  • xqduekx

    buy viagra riyadh cialis c20 pills [url=https://topedstoreusa.com/#]can you really order ...

    View Article
  • pbfskvh

    cialis online buy buy viagra euro <a href=https://topedstoreusa.com/#>cheapest ...

    View Article
  • oxyoxpt

    buy cialis for daily use legal buy cialis online [url=https://topedstoreusa.com/#]buy ...

    View Article
  • lmrvcim

    cheap generic cialis uk buy viagra online cheap uk <a ...

    View Article