LSM Desak Walikota Bekasi Copot Kepala Disperkimtan
Pembangunan Gedung Sekolah Mangkrak

By Reaksi Nasional 13 Feb 2020, 20:10:33 WIBReaksi Bekasi

LSM Desak Walikota Bekasi Copot Kepala Disperkimtan

Keterangan Gambar :


REAKSI BEKASI - Maraknya gedung sekolah di Kota Bekasi yang belum selesai dibangun pada tahun 2019  atau mangkrak mendapat sorotan pihak Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).

Bahkan LSM Forum Komunikasi Indonesia (Forkorindo) meminta  walikota Bekasi untuk mencopot kepala dinas terkait yaitu Disperkimtan.

Dari data yang dimiliki tim Reaksi,  di Tahun 2019  ini, Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman Dan Pertanahan (Disperkimtan) Kota Bekasi membangun gedung sekolah sekitar 12 sekolah melalui lelang Sistem Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) yang dianggarkan dari Anggaran Pendapatan, dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bekasi.

Pantauan di lapangan, dari 12 gedung yang dibangun pada tahun 2019 ada beberapa bangunan sekolah yang belum selesai 100 persen, diantaranya SDN Margahayu 13, SMPN 17, dan SMPN 13 Kota Bekasi.

Atas kondisi ini, tim Reaksi  beberapa kali, Senin, Rabu dan Kamis (10-11-13/2/2020) mencoba mengkonfirmasi langsung ke ruangan Jumhana Luthfi selaku kepala Disperkimtan Kota Bekasi. Namun  selalu tidak ada di ruangan. Lalu, mencoba mengkonfirmasi kembali melalui telepon dan pesan Whatsapp (WA) tapi sampai  berita ini diturunkan belum ada jawaban.Kemudian tim Reaksi mencoba untuk menghubungi Amran,  Kepala Bidang (Kabid) Bangunan Gedung di Disperkimtan, juga tidak berhasil.

Sementara itu, ketika mengkonfirmasi Imas Asiah selaku sekretaris melalui pesan WhatsApp , Senin (10/2/20) mengatakan “pak amran lagi ada audit BPK, abang sabar dulu kaitan2 dengan kegiatan2 yang abang tanyain, krn lagi proses audit BPK RI,” bunyi di WA tersebut.

Di tempat terpisah,  Tohom Sinaga, Ketua Umum LSM Forkorindo mengatakan  sangat menyayangkan banyaknya bangunan sekolah di Disperkimtan tidak selesai 100% tepat waktu yang tentukan.

Menurut dia, tidak selesainya pembangunan gedung sekolah tepat waktu, merupakan kegagalan seorang kepala Dinas karena kurang tegas terhadap bawahan dan rekanan atau ketidak mampu untuk memimpin.

“Saya meminta walikota Bekasi Rahmat Effendi agar Kepala Dinas Perkimtan dicopot supaya tidak terulang di tahun-tahun berikutnya,” kata Tohom, Kamis (13/2/2020).

Sebab, sambung dia, pembangunan gedung sekolah tidak selesai tepat waktu sangat berpengaruh terhadap kemajuan dunia pendidikan di Kota Bekasi. Hal tersebut dapat mengakibatkan kurang nyamanya siswa-siswi dalam belajar, mengingat di sekolah siswa dibagi menjadi beberapa shif.

“Masalah ini akan kami tindak lanjutin ke pihak berwajib. Ada dugaan kami proyek pembangunan gedung sekolah tersebut terindikasi korupsi  sebab dari awal pembangunan gedung sekolah sudah kami ikuti,” tutupnya. (Tim Reaksi)



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

IKLAN (ADVERTISEMENT)

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook dan twitter serta dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat



Komentar Terakhir

  • avaibitneli

    cbd cbd oil online <a href="http://hempcbdoilmgs.com/ ">cbd vape ...

    View Article
  • saitsImardrers

    cbd tinctures [url=http://hempcbdoilmgs.com/ ]cbd online [/url] cbd vape cbd ...

    View Article
  • saitsImardrers

    http://hempcbdoilmgs.com/ hemp cbd [url=http://hempcbdoilmgs.com/ ]buy hemp oil [/url] ...

    View Article
  • yvirjhtgnh

    the guarantees and prosthetist <a href="http://viagranbrand.com/">brand ...

    View Article