Masyarakat Tolak Pembongkaran 35 Kios di Terminal dan Pelabuhan Ajibata

By Reaksi Nasional 16 Jul 2019, 14:51:05 WIBRagam

Masyarakat Tolak Pembongkaran 35 Kios di Terminal dan Pelabuhan Ajibata

Keterangan Gambar :


Oleh Tim Reaksi

REAKSI JAKARTA - Masyarakat Ajibata, Sumatera Utara, meminta dengan tegas kepada Kementerian Perhubungan untuk tidak melakukan pembongkaran terhadap 35 kios yang selama ini mereka kelola untuk mata pencaharian. Tak hanya itu, kios-kios tersebut juga telah bertahun-tahun menjadi sumber Pendapatan Anggaran Daerah (PAD) Kabupaten Tobasa.

Hal tersebut disampaikan Osborn Siallagan, salah satu warga Ajibata, kepada Tim Reaksi, Selasa (16/7/2019).

"Kita sebagai masyarakat Ajibata dengan tegas menolak rencana pembongkaran terhadap 35 kios yang selama ini digunakan masyarakat Ajibata sebagai sumber mata pencaharian," ujar Bondes, panggilan akrab Osborn Siallagan.

Ditambahkannya, masyarakat Ajibata khususnya pemilik kios tersebut telah berulangkali melakukan audiensi dengan Camat Ajibata, Dinas Perhubungan Tobasa, Bupati Tobasa, dan DPRD Kabupaten Tobasa untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.

"Akan tetapi hingga saat ini tidak ada titik terang yang diberikan pemerintah untuk menyelesaikan permasalahan ini. Tidak ada solusi yang diberikan Pemerintah Kabupaten Toba Samosir. Kami hanya diminta agar segera membongkar sendiri kios tersebut," sesalnya.

Dia menambahkan, setelah tiga kali rapat dan audensi ke DPRD, dan bupati, diperoleh informasi bahwa akan dibangun kembali 35 kios di sebelah kanan terminal. Namun sekarang, dari Kementerian Perhubungan telah keluar kontrak kerja lanjutan. Dalam kontrak kerja lanjutan tersebut muncul rencana pembangunan masjid dan pembangunan 35 kios tidak ada dalam rencana pembangunan.

Menurut Osborn, permasalahan ini akan menjadi polemik besar karena pemilik kios menuntut kios tidak dibongkar. Selain itu, masyarakat setempat juga menolak pembangunan masjid karena sudah diputuskan sejak awal bahwa hanya ada pembangunan mushola dalam gedung besar.

“Karena belum terlalu ada urgensinya pembangunan masjid di Ajibata," tandasnya.

Dia menambahkan apabila pemerintah ingin memajukan suatu daerah jangan sampai mematikan perekonomian masyarakat kecil.

"Sejumlah 35 kios masyarakat yang selama ini dikelola atau disewakan pemerintah Tobasa kepada masyarakat merupakan sumber penghasilan masyarakat Ajibata dan merupakan sumber PAD Kabupaten Tobasa. Akan tetapi hingga saat ini tidak ada kejelasan yang diberikan pemerintah. Ada yang perlu pemerintah ingat bahwa pembangunan harus pro rakyat. Saya minta masyarakat Ajibata bersatu dan mengawal persoalan ini, " tuturnya.

Berdasarkan informasi yang diterima Tim Reaksi, 35 kios yang selama ini dikelola masyarakat sebagai tempat mata pencaharian akan di bongkar pemerintah. Selanjutnya, di lokasi itu akan dilaksanakan pembangunan untuk peningkatan/ rehabilitasi dermaga di Pelabuhan Ajibata oleh Kementerian Perhubungan yang rencananya dibiayai APBN dengan pagu anggaran Rp27 miliar. (R2)



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

IKLAN (ADVERTISEMENT)

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook dan twitter serta dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat



Komentar Terakhir

  • ztqczrx

    cheap viagra overnight cheap viagra safe [url=https://topedstoreusa.com/#]cheapest 20 mg ...

    View Article
  • uqvfhdt

    order cialis black cialis discount you <a href=https://topedstoreusa.com/#>can you ...

    View Article
  • ztemxln

    order cialis online no prescription real viagra sale online ...

    View Article
  • hauykiz

    viagra buy england cialis pills south africa <a href=https://topedstoreusa.com/#>how ...

    View Article