Pencegahan dan Penanganan Human Trafficking Harus Dijadikan Gerakan Nasional

By Reaksi Nasional 25 Apr 2018, 15:33:53 WIBNasional

Pencegahan dan Penanganan Human Trafficking Harus Dijadikan Gerakan Nasional

Keterangan Gambar : Staf Ahli Menaker Bidang Analis Kebijakan Publik Reyna Usman (REAKSI)


Oleh Friendly Sianipar

REAKSI JAKARTA – Tindak pidana human trafficking atau perdagangan manusia yang dimulai dari proses perekrutan hingga pengiriman untuk tujuan eksploitasi kerap terjadi di berbagai daerah, termasuk daerah yang menjadi kantong-kantong Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Meski sudah ada undang-undang (UU) mengenai pemberantasan perdagangan orang, namun masalah trafficking masih saja terjadi. Padahal sanksi hukum dalam UU jelas diatur.

Untuk mencegah terjadi trafficking tersebut, Staf Ahli Menteri Ketenagakerjaan Bidang Analis Kebijakan Publik Reyna Usman mengusulkan agar pencegahan dan penanganan human trafficking dijadikan sebagai gerakan nasional.

“Saya sangat berharap, human trafficking ini dijadikan gerakan nasional. Sudah banyak anak bangsa yang menjadi korban, di mana nasibnya terlunta-lunta akibat ulah orang yang tidak bertanggungjawab,” kata Reyna di Jakarta, Rabu (25/4/2018).

Mantan Dirjen Binapenta yang intens menangani persolan pekerja luar negeri ini menyebutkan sekaligus mengusulkan agar Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dijadikan sebagai pilot program nasional dan internasional dalam gerakan nasional tersebut. Ia menunjuk provinsi itu (NTT) karena wilayah tersebut dianggap darurat human trafficking.

“Jadi sudah saatnya pencegahan dan pananganan human trafficking dijadikan gerakan nasioal. Jangan ditunggu-tunggu lagi agar tidak makin banyak yang menjadi korban,” tandasnya.

Ia mengatakan, selama ini pemerintah selalau berupaya menangani perdagangan orang, namun tetap saja ada oknum yang melakukannya, sehingga penanganannya juga kurang maksimal.

Setidaknya, untuk mewujudkan gerakan nasional yang dimulai dari Provinsi NTT itu, ia mengusulkan empat langkah. Pertama,  kerja sama kongkret dengan Polri untuk menindak tegas dan memproses secara hukum pelaku dan aktor intelektualis tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

Kedua, adanya kepedulian pimpinan daerah, terutama gubernur membuat peraturan gubernur untuk membangun Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA) dan Revitalisasi Balai Latihan Kerja. Ketiga, bekerjasama dengan Pemkab Kabupaten Kupang dan Sumba Barat Daya untuk mengeluarkan Perbub Pembangunan LTSA.

Keempat, Program Desa Migran Produktif (Desmigratif) di 20 desa dari 10 kabupaten di NTT pada 2017 dan berlanjut lagi 2018.

“Dengan begitu, negara sungguh hadir di NTT sesuai Program Nawacita Jokowi,” ucap Reyna.

Selain itu, kata Reyna, dukungan non-governmental organization (NGO) atau lembaga swadaya masyarakat yang peduli dengan human traffivking juga diperlukan untuk mewujudkan gerakan tersebut.

Direktur Pelayanan Advokasi untuk Keadilan dan Perdamaian (PADMA) Indonesia Martinur Gabriel Goa dan Pokja MPM sepakat menjadikan Provinsi NTT sebagai pilot program solusi atasi darurat human trafficking tersebut.

Martinur mengatakan, pihak akan mendukung dan ikut mengawal penegakan hukum trafficking di NTT dan Malaysia. Kemudian mendukung upaya Kemnaker melakukan sosialisasi UU Pekerja Migran Indonesia, LTSA, BLK dan Program Desmigratif.

“Kami juga akan mendukung IOM (International Organization Migration) penguatan gugus tugas yang membentuk perda, pergub, perbup, perwalkot dan perdes mengenai pencegahan dan penanganan human trafficking di NTT dan juga program Reintegrasi. Kemudian kami akan menggalang jaringan nasional lewat Persada Indonesia dan jaringan internasional bersama ASEAN Intergovernmental Commission on Human Rights (AICHR), VIVAT dan Fransiscan International untuk pencegahan dan penanganan human trafficking NKRI, khususnya NTT,” jelas Martinur. (R2)



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

IKLAN (ADVERTISEMENT)

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook dan twitter serta dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat



Komentar Terakhir

  • iyydveosqj

    Plunge Unbroken: Antithesis strays <a ...

    View Article
  • tpcntavvzp

    the quieter syllable the discoloured to of the completive: "I don't be loath ...

    View Article
  • Crypto Fashion

    That is very interesting, You're a very skilled blogger. I have joined your feed ...

    View Article
  • Bitcoin t shirt

    Having read this I believed it was rather enlightening. I appreciate you taking the ...

    View Article