Permintaan Membuat KIA di Kabupaten Bogor Masih Minim

By Reaksi Nasional 19 Sep 2019, 13:33:11 WIBJabar dan Banten

Permintaan Membuat KIA di Kabupaten Bogor Masih Minim

Keterangan Gambar :


Oleh Marihot Pakpahan

REAKSI BOGOR - Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Kadisdukcapil) Kabupaten Bogor, Otje Subagdja mengakui bahwa tidak semua anak-anak di Pemkab Bogor membuat Kartu Identitas Anak (KIA). 

Padahal pihaknya sudah melakukan sosialisasi sejak 2017 dan launching sekitar Agustus 2018.               

"Baru  hanya yang minta saja yang dapat, jadi belum semua. Terutama anak anak harus punya akte kelahiran dulu untuk kepentingan sekolah, cari kerja, naik haji, ke luar negeri," katanya kepada saat dikonfirmasi wartawan Rabu (18/9).            

Otje juga  membantah keras adanya informasi yang beredar, yang mengatakan pelaksanaan pemberian KIA kepada masyarakat Kabupaten Bogor telah gagal.  "Tidak gagal karena baru setahun penerbitan KIA. Jadi belum banyak yang punya.  Penduduk kita kan banyak sekitar 4.585.813 jadi secara bertahap," tegasnya. 

KIA adalah kartu menyerupai KTP yang diperuntukkan untuk anak usia 0-17 tahun.  KIA dinilai sebagai pengganti akta kelahiran yang lebih efektif karena mudah dibawa.  Jika sudah melewati umur  17 tahun, anak itu  diharuskan membuat KTP di kecamatan setempat.                              

Bayu, petugas operator  KIA di Disdukcapil Kabupaten Bogor mengatakan tidak sulit membuat KIA. Syaratnya,  membawa akta kelahiran, kartu keluarga, dan KTP (Kartu Tanda Penduduk) elektronik kedua orangtua.  Jika dokumen sudah lengkap, orang tua  dapat mendatangi Kantor Disdukcapil setempat dan mengikuti langkah-langkah pembuatan KIA. 

"Nanti kita verifikasi dokumennya, setelah itu  mengambil nomor antrean bagi anak di atas umur 5 tahun. Anak di bawah 5 tahun dapat langsung dicetak," ujar Bayu lagi.                                                     

Sementara di Kota Bogor, minimnya anggaran membuat pembuatan Kartu Kartu identitas anak dihentikan.  “Pemerintah selalu gembar gembor,  katanya anak hingga dewasa harus punya kartu identitas. Tapi, mau taat aturan saja susah karena tak ada fasilitasnya,” ujar Santi (38) salah satu warga Kelurahan Tegallega.

Hal itu dibenarkan oleh Kepala Bidang Kependudukan, Agus Suparman. Dia  mengatakan, menurut kebijakan pemerintah pusat, terdapat 50 kabupaten dan kota yang dibiayai oleh pusat. Tapi, khusus Kota Bogor tidak ada karena sifatnya mandiri atau bersumber dari APBD. 

“Kami hanya diberi sekitar Rp61juta. Jadi, kami tidak bisa membuka keran kepada masyarakat untuk permohonan KIA,” ujarnya.  Padahal, sambungnya,  dengan memiliki KIA, si anak  dapat menggunakannya  untuk berobat, membuka rekening, keperluan pendidikan, hingga membuat paspor. “KIA memiliki NIK. Jadi, semua warga Indonesia itu memiliki identitas,” ujarnya lagi. (R1)



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Write a comment

Ada 1 Komentar untuk Berita Ini

  1. Prestamos De Dinero Ya 31 Okt 2019, 08:39:47 WIB

    Personas Hagan Prestamos Prestamos Por Internet Rapidos https://prestamosonline.space/oceola-mi/ Intereses De Prestamos Personales Solicitud De Credito Personal

View all comments

Write a comment