Kadis Budpar Kabupaten Indramayu Marah Besar dan Lecehkan Wartawan
Soal Dugaan KKN Anggaran Festival Cimanuk

By Reaksi Nasional 20 Feb 2020, 17:16:16 WIBNusantara

 Kadis Budpar Kabupaten Indramayu Marah Besar dan Lecehkan Wartawan

Keterangan Gambar : Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Budpar) Kabupaten Indramayu, H. Carsim


Oleh Herman

REAKSI INDRAMAYU - Terkait pemberitaan tentang kegiatan Festival Cimanuk yang diduga KKN dan amburadul, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Budpar) Kabupaten Indramayu, H. Carsim marah besar. Pihaknya merasa tersinggung dan menuduh wartawan seolah-olah hanya mencari kesalahan dirinya.

Menurut H. Carsim, kegiatan Festival Cimanuk sudah sesuai ketentuan dan tidak ada masalah karena semuanya sudah dibayar. “Kalau ada masalah, dari awal juga sudah dipending pembayarannya. Kelihatannya anda ini sengaja mencari masalah di sini,”ucap Carsim, Kamis (20/2/20) di kantornya.

Tindakan tidak terpuji juga dilakukan Kadis Budpar Kabupaten Indramayu, Carsim dengan cara berbicara kasar, bahkan sempat mendorong wartawan media ini saat hendak konfirmasi dengannya.

“Soal adanya kekisruhan dan masalah pada Festival Cimanuk itu sudah tanggung jawab PPTK, yakni Kasie Budaya, Asep Ruchyat. Tolong jangan cari masalah dengan saya, saya lagi pusing karena masih ada masalah yang lebih penting dari ini,” terang Carsim.

Tindakan Carsim yang melecehkan profesi wartawan dan terkesan arogan dikecam berbagai pihak.

“Kami mengutuk keras tindakan Kadis Budpar, Carsim. Jadilah pelayan publik yang baik, beretika dan tidak arogan serta melayani masyarakat, karena mereka juga digaji dari uang rakyat. Tidak pantas dia arogan dan perlu kita lakukan tindakan untuk mengingatkan Carsim,”tegas Ketua DPD LSM Pelopor Kabupaten Indramayu, Nanang B.

Temuan baru terungkap, beberapa pekerjaan di lingkungan Budpar banyak ditemukan masalah selama Carsim menjabat, antara lain pembangunan air terjun buatan yang nilainya lebih dari 30 miliar. Dalam proyek itu diduga kuat terjadi dugaan KKN dan pengondisian yang merugikan keuangan negara. Bahkan, menurut informasi yang diterima Reaksi, kasus ini sudah ditangani Polda Jabar.

Diberitakan sebelumnya, terkait dugaan dan rekayasa tender dan KKN pada Festifal Cimanuk terungkap fakta baru. Saat di konfirmasi di ruangannya, Senin (17/2/20), Kasie Budaya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Budpar), Asep Rukcyat menjelaskan kegiatan di bidangnya yang dipangkas Rp150 juta yakni dua kegiata.

Dia membeberkan terjadi pemangkasan itu atas informasi dari Yusuf, Kasubag Keuangan Budpar bahwa soal pemangkasan atas perintah bidang anggaran keuangan Jhon, dengan anggaran  Rp 1,85 miliar dari APBD 2019 bukan kegiatan Banprov.

Menurutnya, hal yang sama belum pernah terjadi sebelumnya. Kalau dipangkas seharusnya yang belum dilaksanakan, bukan yang sudah dilaksanakan.

“Kok bisa kegiatan sudah dilaksanakan tapi tidak dibayar. Saya bingung harusnya ini pak Kadis yang bisa menjelaskan. Kalau saya hanya bawahan apa perintah pak Kadis. Kalaupun akhirnya kisruh berdampak pemangkasan kegiatan sayalah yang kena imbasnya sempat dituding menghilangkan dua kegiatan yang dipangkas. Padahal tupoksi saya jelas apa kata pimpinan,” terang Asep.

Menurutnya, apa yang dilakukan semuanya atas perintah Kadis, Carsim,  untuk melakukan penambahan adendum dan membuat perubahan rincian obyek, karena saat itu ada atensi dari Bupati Supendi. Soal kegiatan panggung gembira yang menelan anggaran Rp900juta dengan mendatangkan artis nasional, saat itu, lanjut Asep, Kadis memberikan petunjuk bahwa Bupati Supendi (saat belum tertangkap OTT) memerintahkan untuk menambah anggaran.

Berdasarkan temuan media, kegiatan Festival Cimanuk dimenangkan CV Indah Jaya Purnama,  dengan nilai pagu anggaran Rp1,85 miliar terbagi 9 item kegiatan. Proses lelang ditengarai sudah direncanakan terkait beberapa banyak yang dilibatkan.

Sebagaimana dijelaskan sumber yang  tidak bersedia disebutkan namanya, otak di balik rekayasa tender itu adalah  oknum pejabat Dirut salah satu bank milik Pemda. Nama yang bersangkutan yakni HY dikaitkan dengan saksi soal OTT KPK berinisial HY.

Sumber lainnya menjelaskan beberapa waktu lalu, terkait kegiatan proyek yang dikerjakan dirinya hanya pemilik perusahaan saja. Atau, lebih jelasnya hanya meminjamkan bendera untuk ikut dalam tender tersebut. Soal pelaksanaan kegiatan, dia meminta media bertanya langsung  kepada pelaksana kegiatan agar semuanya jelas.

“Karena satu paket itu terdiri dari 9 item, dan yang mengerjakan berbeda-beda. Tolong jangan bawa-bawa nama saya, silakan tindak lanjuti sendiri biar gamblang. Kalau mau jujur, saya juga kena imbasnya rugi, karena uang pemiharaan sampai sekarang belum dikembalikan,” kata sumber itu. (R2)



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

IKLAN (ADVERTISEMENT)

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook dan twitter serta dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat



Komentar Terakhir

  • web design

    Having read this I believed it was very informative. I appreciate you finding the ...

    View Article
  • aahigrt

    ?????? ?????? ?????? ???????? ????? ??? ???? ???????? ?????? ?????? ...

    View Article
  • aahigrt

    ??????? ?????????? ?????? ??????? ??? ??????? ??????? ????????? ??????? <a ...

    View Article
  • aahigrt

    ??????? ????????? ????? ??????? ???? ?????? ?? ?????? ????? ???????? <a ...

    View Article