11 ASN Kabupaten Bogor Terjaring Razia Satpol PP

By Reaksi Nasional 20 Feb 2019, 14:55:38 WIBNusantara

11 ASN Kabupaten Bogor Terjaring Razia Satpol PP

Keterangan Gambar : Seorang ASN dipergoki di pertokoan saat jam kerja


Oleh Marihot Pakpahan

REAKSIBOGOR – Sebanyak 11 Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Bogor terjaring razia Satpol PP setempat lantaran keluyuran di jam kerja, Selasa (19/2). Sembilan di antara mereka berstatus PNS, sedangkan sisanya merupakan non-PNS.

Kasi Bimbingan Masyarakat dan Pemberdayaan Sumber Daya Aparatur Satpol PP Kabupaten Bogor Dadan Ramdhani menjelaskan, para abdi negara ini terjaring dalam operasi Gerakan Disiplin Daerah (GGD) 2019.

Mereka diamankan lantaran tidak mengantongi surat izin saat keluyuran di luar kantor. "Kebanyakan memang ada surat tugasnya. Mereka bisa melanjutkan perjalanan dan tidak dibuatkan Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Namun, yang tidak mengantongi surat tugas di-BAP lebih lanjut,” kata Dadan.

Sembilan PNS yang terjaring berasal dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) serta dari kantor Kecamatan Sukamakmur.

Sedangkan pegawai non-PNS merupakan operator komputer di UPT Ciampea Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP), serta perangkat Desa Gadog Kecamatan Megamendung.

Satpol PP Kabupaten Bogor juga menindak para PNS yang kedapatan tidak berpakaian rapi. “Ada juga yang memakai baju tidak rapi, dihentikan. Karena harusnya baju dimasukkan ke celana. Tapi tidak di-BAP hanya diberikan teguran,” tutur Dadan.    

Tak hanya pegawai keluyuran di waktu kerja diperiksa. Beberapa pegawai negara yang kedapatan tidak berpakaian rapi pun diberi teguran.

“Baju tidak rapi kami berhentikan. Karena harusnya baju dimasukkan ke dalam celana. Tapi tidak di BAP, cuma diberi teguran,” katanya.

Pihaknya juga menggelar operasi di dua lokasi. Pertama di Jalan Eddy Yoso Martadipura, Pakansari dan di Kantor Puskesmas Bojonggede.

Sasarannya mereka yang mengendarai kendaraan pelat merah atau pun plat hitam yang digunakan pegawai berseragam ASN.

“Diperiksa dari dinas mana, ada keperluan apa keluar kantor. Ada surat tugas atau tidak,” jelasnya.

Menurutnya, operasi GDD ini melibatkan juga Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP), Dinas Pendididikan (Disdik) serta Dinas Kesehatan (Dinkes).

Khusus Satpol PP melibatkan 15 personel tim inti dan 35 personel tambahan. “Melibatkan Disdik dan Dinkes Karena ASN banyak dari Disdik dan kesehatan,” ungkapnya.

Operasi GDD akan terus digelar hingga akhir tahun 2019. Kegiatan ini diyakini bisa mewujudkan tatak kelola pemerintahan yang baik, bersih dan berwibawa. (R2)

 

 



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

IKLAN (ADVERTISEMENT)

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook dan twitter serta dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat



Komentar Terakhir

  • la lottery

    Good info. Lucky me I ran across your site by accident (stumbleupon). I have ...

    View Article
  • md lottery results

    This paragraph offers clear idea in support of the new viewers of blogging, that ...

    View Article
  • SEOHandaL

    Semoga webnya semakin rame kawan. Rental mobil bali lepas kunci http://sriratubali.com ...

    View Article
  • Agen Poker88 Terpercaya

    Wow, that's what I was exploring for, what a material! existing here at this ...

    View Article