12 Kecamatan di Kabupaten Bogor Rawan Banjir dan Longsor

By Reaksi Nasional 21 Okt 2019, 10:52:12 WIBJabar dan Banten

12 Kecamatan di Kabupaten Bogor Rawan Banjir dan Longsor

Keterangan Gambar :


Oleh Marihot Pakpahan

REAKSI BOGOR – Kepala Seksi Data dan Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatoligi Bogor Hadi Saputra mengatakan, turunnya hujan selama beberapa hari di Bogor bukanlah menandakan musim penghujan telah tiba.  Menurutnya, Bogor termasuk kedalam salah satu wilayah nonzona musim, jadi jika hujan turun bukanlah tanda musim kemarau sudah berlalu.

Dia menegaskan, wilayah Jawa Barat termasuk Bogor, akan mulai  memasuki musim penghujan pada akhir Oktober.  “Awal  musim hujan memang dimulai dari wilayah Bogor dan sekitarnya. Kemudian menjalar ke arah timur Jawa Barat, yang terakhir masuk musim hujan wilayah pantai utara (pantura) Jawa Barat sekitar Desember,” terangnya.

Ditambahkannya, intensitas hujan yang mulai meninggi adalah hal yang lumrah, karena saat ini sedang masuk ke masa transisi iklim atau lebih dikenal sebagai pancaroba. Awan-awan yang terbentuk adalah awan konvektif seperti awan cumulonimbus yang bisa menyebabkan hujan lebat dalam waktu singkat disertau petir atau hujan es dan angin kencang.

Menurut dia, intensitas hujan yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir, terukur hingga 67 mm, dengan kecepatan angin mencapai 51 knot yang bisa menyebabkan pohon tumbang. Dikatakan Hadi, yang perlu diwaspadai adalah ketika sudah terdengar bunyi petir masyarakat harus bersiap-siap karena dalam waktu dekat akan terjadi hujan lebat disertai angin kencang.  “Untuk banjir biasanya kalo hujan lebat dalam waktu yang lama lebih dari 3 jam, dan wilayah yang luas, maka titik-titik yang rawan banjir bisa terjadi banjir lintasan,” terangnya.

Semantara itu Kepala Bidang Pencegahan dan Mitigasi Bencana pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor  Dede Armansyah sudah memetakan 12 kecamatan yang rawan terjadi bencana banjir dan longsor.

Ke 12 kecamatan yang rawan banjir dan longsor adalah wilayah yang dilewati aliran sungai besar, seperti Kecamatan Tanjungsari, Cisarua, Ciawi, Megamendung, Cijeruk, Caringin, Pamijahan, Tenjolaya, Cigudeg, Nanggung, Jasinga dan Sukajaya.  Pihak BPBD melakukan persiapan untuk mengantisipasi banjir  dan longsor mulai dari pembekalan kepada masyarakat sampai didirikannya pos terpadu bencana. “Kita ingin saat terjadi bencana, kita bisa bergerak cepat untuk langsung menanggulanginya,” tandasnya. (R1)



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment