Anggota DPRD DKI Manfaatkan Waktu Reses Berdialog Bersama Warga

By Reaksi Nasional 27 Feb 2018, 15:44:16 WIBMegapolitan

Anggota DPRD DKI Manfaatkan Waktu Reses Berdialog Bersama Warga

Keterangan Gambar : H Abdul Ghoni


Oleh Joni Matondang & Eric Sangari

REAKSI JAKARTA - Sejumlah anggota DPRD Provinsi DKI Jakarta memanfaatkan waktu reses dengan melakukan kunjungan ke daerah pemilihan (dapil) dan berdialog dengan warga. Salah satunya, H Abdul Ghoni, dari Dapil wilayah Jakarta Selatan (Jaksel).

Anggota DPRD Jakarta dari Fraksi Gerindra ini mengatakan, dari kegiatan kunjungan ke sejumlah wilayah dapil terangkum sejumlah masalah, di antaranya pembangunan infrastruktur, sertifikat prona,  pembebasan lahan untuk jalan, Kartu Jakarta Pintar  (KJP) akan dilakukan data ulang.

Dikediamannya, kawasan Cipete, Selasa (27/2/2018), Ghoni mengatakan, terkait prona, warga diminta jangan salah penafsiran mengenai pensertifikatan tanah yang dilakukan pemerintah tidak seluruhnya gratis, tapi ada kewajiban yang harus dibayarkan. “Seperti PPHTB  (Pajak Permohonan Hak atas Tanah dan Bangunan)  tidak gratis, harus dibayarkan pemohon,” kata dia.

Dirinya berharap, Pemerintah Provinsi Jakarta  dalam melakukan kebijakan pembangunan wilayah tidak tebang pilihterhadap  masyarakat. Seperti di wilayah Kecamatan Cilandak, dari lima kelurahan di sana ada sebanyak 3000 titik berkurang menjadi hanya 800 titik.

“Untuk kompleks perumahan yang ada di Kecamatan Cilandak jalannya harus diaspal, karena mereka turut serta membayar pajak,” katanya.

Ditegaskannya, Pemerintahan Daerah Jakarta sudah seharusnya melibatkan aparat kelurahan, kecamatan dan dudin dan dinas terkait untuk melakukan pantauan terhadap program yang sedang berjalan. Maka itu, dirinya juga berharap agar jalan yang non komersil yang ada di wilayah Jaksel, seperti kawasan Jalan Cipete Raya, Fatmawati, Antasari dan Jalan Panglima Polim menjadi kawasan komersil. 

“Pada prinsipnya, kawasan tersebut dapat menyerap tenaga kerja yang ada di sekitarnya dan menjadi perputaran perekonomian yang baik,” terangnya.

Abdul Ghoni yang duduk di Komisi D Bidang Pembangunan menjelaskan, kegiatan yang   dilakukan selama masa reses untuk bisa berdialog secara langsung dan mendapatkan aspirasi warga. 

“Aspirasi warga menjadi pedoman dalam melaksanakan fungsinya sebagai wakil rakyat. pun selama masa reses sudah melakukan kunjungan ke Kecamatan Kebayoran Lama, seperti Kelurahan Pondok Pinang, Kkelurahan Grogol Selatan dan Grogol Utara. Kemudian Kecamatan Cilandak, seperti Kelurahan Cipete Selatan, Kelurahan Cilandak Barat, Gandaria Selatan dan Kelurahan Pondok Labu, serta Kecamatan kebayoran Baru, seperti Kelurahan Cipete Utara,” jelasnya.

Dari pertemuan dengan warga, katanya, diperoleh sejumlah usulan kebijakan yang pada umumnya terkait kegiatan pembangunan jalan, pemeliharaan jalan, saluran air, dan penerangan jalan.

“Untuk bidang pemerintahan relatif nihil. Kecuali di Kelurahan Cipete Selatan, Gandaria Selatan,” ucapnya.

Di Kelurahan Cipete Selatan, kata dia, pertemuan dengan warga yang dilakukan tiga kali antaranya pada Rabu (7/2/2018), Selasa (20/2/2018) dan terakhir Rabu (21/2/2018).

Untuk bidang pemerintahan warga minta segera dibuatkan perda tentang Pedoman RT/RW, dan rekruitmen PPSU diutamakan warga setempat karena banyak potensi tenaga kerja yang masih menganggur. Menurutnya, di dalam bidang pembangunan dan lingkungan hidup warga meminta perbaikan sejumlah jalan yang rusak di wilayah Cipete Selatan, antara lainya Jalan Permata, Jalan Seroja, RT 12/RW 05 dan penambahan penerangan jalan umum di Jalan Kebon Anggrek, RT 01.

Tidak jauh berbeda, lanjut Ghoni, pertemuan dengan warga Kelurahan Pondok Labu yang berlokasi di Jalan Pinang VI, warga meminta pembangunan gorong-gorong di Jalan Pinang VI, RT 007/09 dan perbaikan saluran air di Jalan Pinang Gang Sawah, RT 11/RW 09 sering longsor karena saluran tanah sehingga membuat mampet. 

“Untuk bidang kesejahteraan rakyat warga di sana minta memperluas kartu Jakarta Pintar untuk semua anak usia sekolah juga dapat digunakan untuk kelompok belajar paket,” jelasnya.

Sedangkan pertemuan di Kelurahan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, yang pada Selasa (6/2/2018) di Sekretariat RW 01, pihaknya, mendapatkan sejumlah usulan dari warga terkait rencana pembangunan tahun depan.

“Ada tiga usulan kebijakan yang tertampung,” tuturnya.

Ketiga usulan itu, katanya, pembangunan crossing saluran air di RT 06/01, Jalan Pondok Pinang yang bertujuan untuk menghilangkan banjir yang terjadi di RT 06, 07, 10 dan RT 11. Kemudian, lanjutnya, pembangunan tanggul Kali Pesanggrahan untuk menghilangkan banjir yang terjadi di RT 2 RW 01 dan pengadaan lima buah meja untuk Posyandu RW 01 karena meja yang ada sudah banyak rusak. ***

 



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

IKLAN (ADVERTISEMENT)

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook dan twitter serta dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat



Komentar Terakhir

  • konveksi distro jakarta

    terimakasi infonya sukses selalu https://superiorclothingvendor.com/konveksi-distro-jakarta ...

    View Article
  • Nadyasof

    get the cash you need 6468 is 25mg review 6468 is professional sale ...

    View Article
  • avatar-1

    sof

    710521 viagra 50mg versandapotheke [url=https://viaonlinebest.com/]buy viagra[/url] ...

    View Article
  • jasa pembuatan website madiun

    terimakasi infonya sukses selalu https://jasapembuatanwebsitemurah.com ...

    View Article