BLK Diminta Desain Kurikulum Pelatihan Sesuai Trend Dunia Industri

By Reaksi Nasional 20 Feb 2020, 15:40:01 WIBNusantara

BLK Diminta Desain Kurikulum Pelatihan Sesuai Trend Dunia Industri

Keterangan Gambar : Kepala BLK Kendari Laode haji Polontu (kanan) dan Kabiro Humas Kemnaker Soes Hindharno serta Asisten I Pemrov Sulteng Saemu Alwi menyaksikan Dirjen Binalattas Kemnaker Bambang Satri Lelono memukul gong sebagai pertanda dimulainya pelatihan berbasis kompetensi di BLK Kendari.


Oleh Friendly Sianipar

REAKSI KENDARI - Pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK) ditujukan untuk berkontribusi nyata terhadap peningkatakan kompetensi dalam memenuhi perubahan atau transformasi dunia industri. Berbagai BLK pun tengah dipersiapkan memenuhi kebutuhan tenaga kerja yang kompeten, sesuai tren era digitalisasi di Industri.

Untuk itu, seluruh BLK milik Kementerian Ketenagakerjaan di daerah diarahkan mengoptimalkan kontribusi tersebut, melalui desain kurikulum pelatihan sesuai dengan tren dan bersinergi dengan dunia industri dan para pemangku kepentingan daerah lainnya.

Demikian dikatakan Dirjen Binalattas Kemnaker Bambang Satrio Lelono ketika membuka Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) tahun 2020 di BLK Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (18/2/).

"Harus ada inovasi dalam rancangan dan desain kurikulum pelatihan, tidak monoton, tetapi lebih fleksibel, interaktif dan dinamis, sehingga pelatihan menjadi menarik, mudah di akses, murah dan peserta pelatihan  dapat tertantang, " katanya.

Pembukaan PBK itu juga sekaligus dengan peresmian kantor Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) dan peresmian asrama BLK Kendari yang dihadiri Asisten I Pemprov Sultra Saemu Alwi, Karo Humas Kemnaker Soes Hindharno, Sesditjen Binalattas Surya Lukita, Kepala BLK Kendari La Ode Haji Polondu dan Forkomimda Sultra.

Seperti diketahui, tahun 2020 Kemnaker melaksanakan program peningkatan kompetensi tenaga kerja dan produktivitas dengan melatih 227.760 orang dan 381.065 diantaranata akan disertifikasi. “Ini merupakan bentuk komitmen kami untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja,” katanya.

“Penyerapan tenaga kerja ini dapat meningkatkan kesejahteraan dan peningkatan produktivitas yang mampu meningkatkan produktivitas perusahaan dan mendorong pertumbuhan ekonomi,” tuturnya.

PBK, tambahnya, merupakan wujud komitmen pemerintah bila tahun 2020 menjadi tahun untuk fokus pada peningkatan kualitas SDM, khususnya melalui pendidikan dan pelatihan vokasi. Hal ini sebagai salah satu upaya untuk mendorong pemerataan pembangunan dan ekonomi nasional.

Ia menjelaskan, permasalahan kualitas SDM merupakan salah satu akar permasalahan utama di hampir semua negara, sehingga memiliki dampak seperti pengangguran, daya saing, produktivitas, pertumbuhan ekonomi sampai kepada kesejahteraan. Namun demikian, penyelesaian permasalahan tersebut, belum dapat diselesaikan, baik secara bertahap maupun komprehensif.  "Hal ini disebabkan belum adanya satu persepsi dalam membangun kompetensi antara pemerintah dan industri, " uajrnya.

Kepada 240 peserta PBK Gelombang I (16 paket), Bambang menyampaikan empat pesan. Pertama, jangan sampai peserta salah memilih program pelatihan yang akan Anda ikuti. Kedua, ikuti proses pelatihan secara sungguh-sungguh. Kerjakan apa yang menjadi arahan instruktur. Ketiga, bangun jejaring dengan siapa saja selama di BLK. Keempat, jangan pernah berhenti berlatih dan belajar walaupun pelatihan telah usai.

“Pelatihan di Kendari jangan dibekali hanya dengan hard- skills tetapi yang penting adalah soft-skills yaitu character building. Jangan lupa, di era digitalisasi seperti saat ini, bekerja keras tidaklah cukup. Kerja keras perlu diiringi oleh publikasi yang baik dan masif, " katanya.

Usai membuka PBK, Bambang berkesempatan meresmikan asrama untuk para siswa di BLK Kendari. Selanjutnya, dia juga menyempatkan diri berkunjung ke Balai Peningkatan Produktivitas (BPP) Kendari.

Mewakili Gubernur Sultra, Asisten I Pemprov Sultra Saemu Alwi meyakini BLK Kendari telah berperan besar mencetak tenaga-tenaga kerja trampil dan siap pakai karena dibekali ketrampilan sehingga mudah terserap bursa pasar kerja lokal maupun internasional.

"Alumni BLK Kendari juga mampu menciptakan lapangan kerja sendiri sehingga telah secara langsung berkontribusi dalam mengurangi angka pengangguran di daerah ini, " katanya.

Kepala BLK Kendari laode Haji Polontu menambahkan pelatihan PBK merupakan babak mulainya sumberdaya manusia (SDM) yang berkualitas untuk menghadapi zaman yang semakin jauh berkembang.

Pelatihan itu, ujarnya, untuk membangun SDM yang unggul sehingga memiliki keahlian yang bermutu di era yang semakin maju.

Saat ini, kata Laode, ada 306. 783 pencari kerja di Kendari. Sementara jumlah lowongan kerja hanya 35.659. Jumlah pencari kerja dengan jumlah lowongan kerja itu sangat tidak sebanding. Untuk itu, untuk bisa mengikuti kompetisi, maka langkah awal adalah mempersiapkan kompetensi melalui BLK. Sebab jika hanya mengandalkan ijazah SMA atau sejenisnya mengisi lowongan kerja, maka akan sulit mendapatkannya.

Laode berjanji tidak sekedar memenuhi kuota peserta pelatihan dan melahirkan alumni pelatihan. Namun, jauh dari itu, ia akan tetap memantau keberadaan para alumni BLK Kendari. “Sudah jadi apa mereka (peserta) setelah selesai ikut pelatihan. Ini akan kita pantau sehingga tetap ada benang merahnya,katanya. (R2)



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

IKLAN (ADVERTISEMENT)

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook dan twitter serta dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat



Komentar Terakhir

  • web design

    Having read this I believed it was very informative. I appreciate you finding the ...

    View Article
  • aahigrt

    ?????? ?????? ?????? ???????? ????? ??? ???? ???????? ?????? ?????? ...

    View Article
  • aahigrt

    ??????? ?????????? ?????? ??????? ??? ??????? ??????? ????????? ??????? <a ...

    View Article
  • aahigrt

    ??????? ????????? ????? ??????? ???? ?????? ?? ?????? ????? ???????? <a ...

    View Article