Camat Cengkareng Pimpin Langsung Pembongkaran Lapak PKL

By Reaksi Nasional 05 Des 2019, 15:06:57 WIBMegapolitan

Camat Cengkareng Pimpin Langsung Pembongkaran Lapak PKL

Keterangan Gambar : Ahmad Faqih, selaku Camat Cengkareng, memimpin pembongkaran bangunan PKL di Cengkareng Timur, Kamis (5/12/2019).


Oleh Khairuddin Sinambela & Maulen Munthe

REAKSI JAKARTA - Petugas gabungan dari Kecamatan Cengkareng, Kota Administrasi Jakarta Barat membongkar paksa 35 bangunan lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) di Jalan Ring Rood, Cengkareng Timur, Kamis (5/12/2019).

Camat Cengkareng, Ahmad Faqih, turun ke lapangan untuk memimpin langsung eksekusi tersebut. Ia menjelaskan, sekitar 200 orang petugas gabungan dilibatkan yang berasal dari Kelurahan Cengkareng Timur, Kecamatan, Satpol PP, Dishub, SDA, Pertamanan, Kebersihan dan pengamanan dari TNI/Polri.

Ahmad menegaskan, sebelum eksekusi dilaksanakan pihaknya sudah terlebih dahulu melayangkan surat peringatan pertama, kedua dan ketiga kepada para pedagang. Dan bahkan diundang untuk rapat di kecamatan, tapi hanya ada sekitar 10 orang saja yang datang.

"Saya juga punya deadline waktu. Sampai kemarin kita rapat, seolah-olah kami tidak dianggap. Gitu loh pak. Saya jadi pengemis pun mau untuk meminta ke sana," ujarnya.

Menurutnya, setelah eksekusi berlangsung ada solusi lain yaitu, pedagang dihimbau untuk bergabung dengan peguyuban yang sudah ada. Sepanjang tempat di peguyuban yang dikelola oleh H.Dedi masih ada, monggo silahkan bergabung dengan mereka.

Namun, karena tempatnya terbatas, berlakukan aturan-aturan yang sama dengan pedagang lainnya. Kalau disana spacenya hanya 2x2 meter ya ikuti. Tapi kalau mau luas ya cari tempat sendiri.

Kami hanya ingin mengembalikan fungsi taman ini. "Pak kami tidak memaksa. Kami mengambil hak pemerintah pak. Ini hak publik bukan hak pribadi. Siapa yang bilang ini hak pribadi. Kami mengembalikan hak publik ke publik. Itu yang jelas. Sudah 30 tahun ini tidak pernah tersentuh. Bahkan saya diadukan kemana-mana ya monggo saja," imbuhnya.

Dia juga mengatakan, silahkan pedagang membuat proposal ke Gubernur. "Kalaupun itu mau ditata jadi tempat PKL ya monggo silahkan. Itu haknya Gubernur. Tapi selama ini saya tunggu proposalnya mana. Sampai saat ini tidak ada. Hanya katanya dan katanya," ungkap Ahmad.

Kami bukan hanya melakukan penataan secara fisik, tapi bagaimana PKL itu bisa berkembang kedepan dan tidak ada tampang kusut seperti ini. "Cengkareng ini, lokasi ini sudah menjadi show window-nya Cengkareng. Kami juga menginginkan yutifikasi tetapi tidak menghilangkan rejeki buat mereka. Saya katakan saya tidak menggusur PKL tapi saya ingin mengembalikan fungsi publik kepada publik," pungkasnya.

Proyek perubahan meliputi pertama, penataan PKL yang selama ini kusut, kotor. Kedua, arus lalulintasnya padat, macet bukan main jadi ada rekayasa lalulintasnya. Ketiga, beutifikasi (menata tempat pkl menjadi taman) yang tertata rapi, nyaman bagi masyarakat, tuturnya.

Sementara, Hotdi Sibuea salah seorang PKL yang sudah 15 tahun berjualan pakaian dilokasi mengatakan, kami mau digiring ke peguyuban yang sudah ada. Tapi harus jelas pendataannya. Jadi kalau bisa tolong dihentikan dulu pembongkarannya sampai ada solusi yang terbaik buat kami.

"Kami ini bukan pedagang liar. Kami sudah berdagang disini puluhan tahun. Kami mau ditempatkan selayaknya. Kalau memang sudah benar-benar sudah tidak ada lagi solusi dari Pemda, oke kami terima," ucapnya pasrah.

Sedangkan, Josner Tamba, pedagang yang sudah 10 tahun berjualan dilokasi mengaku, dia baru mendapat surat hari Rabu, tanggal 4/12/2019 sekitar jam 17.00, tapi surat tersebut tertanggal, 2 Desember 2019 dan hari ini langsung dilakukan pembongkaran, katanya. (R2)



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment