Desa Warukawung Adakan Sosialisasi Stunting

By Reaksi Nasional 13 Nov 2019, 15:58:10 WIBJabar dan Banten

Desa Warukawung Adakan Sosialisasi Stunting

Keterangan Gambar :


Oleh Syahril  

REAKSI CIREBON – Perlunya edukasi dan pemahaman mengenai stunting kepada masyarakat, agar sedini mungkin mencegah stunting. Dengan adanya sosialisasi stuting di Desa Warukawung, Kecamatan Depok, Kabupaten Cirebon, diharapkan masyarakat mendapatkan edukasi dan informasi tentang stunting, Rabu (13/11).

Kegiatan tersebut dihadiri kuwu Warukawung H nono, kader Posyandu, ibu-ibu warga Desa Warukawung dan anggota BPD, PPID, di Aula Balai Desa Warukawung, Kecamatan Depok, Kabupaten Cirebon.

Stunting terjadi karena kurangnya asupan gizi pada anak dalam 1000 hari pertama kehidupan, yaitu semenjak anak masih di dalam kandungan hingga anak berusia 2 tahun. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya asupan nutrisi.

Oleh karena itu, sosialisasi stunting tersebut bertujuan untuk memberikan informasi dan edukasi kepada seluruh masyarakat mengenai stunting.

Menurut Kuwu Desa Warukawung, H. Nono, ia sangat mendukung kegiatan tersebut, karena kegiatan tersebut yang berkaitan dengan stunting dinilai sangat bagus, “Dengan program stunting ini diharapakandapat mengentaskan masalah gizi buruk pada anak, sehingga tumbuh kembang anak dapat berjalan dengan baik,” katanya, Rabu (13/11/19).

Jika nanti ada program stunting, katanya yang dananya itu bisa berasal dari ADD, itu sangat bagus dan bermanfaat bagi masyarakat Desa Warukawung.

Sementara itu ibu Sari, Petugas Gizi Puskesmas Waruroyom, dengan adanya sosialisai stunting ini diharapkan masyarakat paham dan mengerti tentang stunting dan bagaimana cara untuk mencegahnya.

“Di desa Warukawung sendiri tidak banyak masalah stunting, tadi ada dua balita yang terdeteksi dari umur dan tinggi badan. Stunting itu sudah bisa terdeteksi sejak masa kehamilan sampai 24 bulan. Kalau dari ibu hamil itu biasanya Kurang Energi Kronik (KEK). Munculnya dari situ, serta tidak meminum tablet penambah darah semasa kehamilannya, dan untuk bayi nya tidak diberikan ASI Ekslusif. Itu faktor-faktor pencetus terjadi adanya stunting,” terangnya.

Ia menambahkan, untuk mencegah terjadinya stunting, pihak puskesmas sendiri sudah memiliki program-program khusus untuk mencegah stunting. 

“Untuk di Puskesmas sendiri sudah ada program-program khusus untuk mencegah stunting bagi ibu hamil. Itu mulai dari pemberian tablet tambah darah mulai dari 0 minggu sampai nanti umur 9 bulan, tablet penambah darah yang diberikan sebanyak 90 tablet dan diminum terus menerus setiap hari, untuk ibu hamil KEK nya itu sendiri mendapatkan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berupa susu ibu hamil yang Kurang Energi Kronik (KEK), dan untuk balita dengan gizi buruk atau kurang ada makanan tambahan selama 30 hari,” jelasnya.

Untuk penanganannya sendiri, menurutnya, dari pemerintah sudah ada pemberian PMT, dari sejak hamil sampai balita pun sudah ada penanganannya.

“Kami berharap semoga tidak ada lagi kasus stunting yang terjadi di Desa Warukawung,” harapnya. (R2)



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

IKLAN (ADVERTISEMENT)

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook dan twitter serta dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat



Komentar Terakhir

  • harga bunga duka cita jakarta

    terimakasi infonya sukses selalu https://elfloristjakarta.com ...

    View Article
  • jasa web desain bandung

    terimakasi infonya sukses selalu https://jasapembuatanwebsitemurah.com ...

    View Article
  • harga topi snapback

    terimakasi infonya sukses selalu https://www.topiamanahgarment.com/konveksi-topi-snapback/ ...

    View Article
  • qudaziv

    Palliative wqh.jkkh.reaksinasional.com.mhf.xz elevation; producing ...

    View Article