Dinas Ketahanan Pangan Gelar Workshop Food Security and Verherability Atlas

By Reaksi Nasional 14 Mar 2019, 11:05:07 WIBJabar dan Banten

Dinas Ketahanan Pangan Gelar Workshop Food Security and Verherability Atlas

Keterangan Gambar :


Oleh Hafidzudin  

REAKSI CIREBON – Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Cirebon gelar acara Workshop Food Security and Verherability Atlas di Aula Kantor Dinas Ketahanan Pangan, Rabu (13/3/19).

Acara tersebut melibatkan seluruh camat yang ada di Kabupaten Cirebon. Tujuan acara tersebut yakni untuk melakukan pemetaan desa rawan pangan agar dapat memenuhi kebutuhan pangan dengan memanfaatkan sarana yang ada.

 “Tujuan acara tersebut untuk memetakan desa rawan pangan sehingga nanti ketersediaan pangan serta pamanfaatan dan sarana guna memenuhi kebutuhan pangan dapat tertangani soal kerawanan pangan. Ada zona merah sebagai rasio normatif pada kesediaan pangan yang harus diantisipasi,” kata Muhidin, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Cirebon.

Berdasarkan hasil penelitian, sejauh ini ketahanan pangan Kabupaten Cirebon hanya beras, bawang merah, gula pasir, serta ayam yang masih berada di angka surplus. Selain itu, kata dia, kebutuhan telur ayam, daging sapi dan cabe merah masih ketergantungan sehingga masih dicari solusi dan akan dikoordinasikan dengan leading sektor lainnya.

“Untuk menutupi kerawanan pangan, ini ke depan kelompok tani yang akan diberdayakan dan itu urusan leading sektor lainnya. Karena Dinas Pangan hanya mengolah data tidak bisa mengurusi secara langsung,” ujarnya.

Selanjutnya Muhidin mengatakan, dari hasil penelitian desa yang berada di zona rawan pangan seusai hasil penelitian Bappeda tahun 2014 terdapat 23 desa yang berada di wilayah rawan pangan. “Ditargetkan tahun ini akan ada pembenahan dengan diberikannya bantuan kepada 6 Desa dari jumlah itu sebanyak 38 ton beras,” tuturnya.

Muhidin menjelaskan, bantuan tersebut berdasarkan hasil perhitungan kebutuhan konsumsi sebesar 300 gram/ perjiwa. Karena itu, dari jumlah total masyarakat Kabupaten Cirebon yang kurang lebih sebesar 2,1 juta jiwa dibutuhkan 600 ton/ hari sehingga dalam satu tahun 23.068 ton. Kemudian untuk ketersediaan beras setiap tahun sebesar 33.4274 ton sehingga antara jumlah kebutuhan dan ketersediaan dianggap surplus. “Untuk beras surplus jumlahnya, antara kebutuhan dan ketersediaan,” ungkapnya.

Untuk kebutuhan gula pasir sebesar 18.493 ton/ tahun sedangkan untuk ketersediaan gula sebesar 19.062 ton/ tahun. Kemudian, untuk kebutuhan bawang merah 10.580 ton/tahun sedangkan produksi satu tahun sebesar 30.398 ton. “Itu angka-angka yang dianggap masih surplus dari kebutuhan pangan,” katanya.

Ia menambahkan, kebutuhan yang paling dibutuhkan yakni daging sapi. Pasalnya, dalam satu tahun kebutuhan  daging sapi sebesar 8.843 ton. Sedangkan ketersediaan dalam satu tahun hanya 538 ton, sehingga terdapat kekurangan 7.945 ton/ tahun.

Untuk kebutuhan telur ayam, dalam satu tahun 15.396 ton sedangkan ketersediaan satu tahun hanya 749 ton,  sehingga kekurangan kebutulan telur ayam dalam satu tahun 14.647 ton. Ditambahkan, hal itu sudah dilaporkan kepada gubernur dan juga PJ Bupati. (R2)



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

IKLAN (ADVERTISEMENT)

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook dan twitter serta dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat



Komentar Terakhir

  • Harga Pipa HDPE

    If you might be interested feel free to send me an email. I look forward to ...

    View Article
  • Jasabola

    Hi, i feel that i noticed you visited my site so i came to go back the ...

    View Article
  • Rahma

    Ya ampun dikapling teluk pucung wisma asri dibkin sertivikat sm rt rw dsni dimntain ...

    View Article
  • jual postinor

    pemeriksaan penggunaan obat seperti ini memang harus dilakukan, tapi mungkin agar di ...

    View Article