Kadinkes Kab Cirebon Buat Aturan Harus Ada Bocoran Wawancara

By Reaksi Nasional 15 Apr 2019, 12:35:10 WIBJabar dan Banten

Kadinkes Kab Cirebon Buat Aturan Harus Ada Bocoran Wawancara

Keterangan Gambar :


Oleh Hafidzudin

REAKSI CIREBON -  Kepala Dinas kesehatan Kabupaten Cirebon membuat peraturan yang dianggap sedikit nyeleneh. Pasalnya baik media maupun LSM yang ingin melakukan wawancara, konon diwajibkan untuk terlebih dahulu memberikan kisi-kisi atau bocoran pertanyaan yang diserahkan kepada Yuda selaku Sekpri (Sekretaris Pribadi) Kadinkes.

“Perintahnya begitu dari ibu mas. Semua media yang akan melakukan wawancara, diharuskan membuat kisi kisi pertanyaan dan tidak bisa langsung wawancara,” kata Yuda.

Ketika disinggung aturan tersebut atas dasar apa? Yuda menyampaikan, ia hanya menjalankan perintah Kadinkes, Enny Suhaeni. Semua media dan LSM yang sudah datang menemui Kadinkes, harus mengajukan wawancara secara tertulis.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Masyarakat Peduli Cirebon (MPC), Hendra mengaku heran dengan aturan yang dianggap tidak biasa tersebut. Jika aturan yang diterapkan tersebut benar, maka Enny sudah melanggar Undang Undang tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP). Lanjut menurutnya, untuk sekelas Kadinkes, seharusnya selalu terbuka dalam memberikan informasi tentang apapun sesuai dengan apa yang diinginkan masyarakat bahkan secara spontan atau melalui door stop.

“Setelah Sunjaya ditangkap, kenapa Dinkes membuat aturan yang tidak perlu. Ini akan memperkeruh keadaan. Seolah selama ini memang banyak masalah yang disembunyikan Dinkes Kabupaten Cirebon,” jelas Hendra saat ditemui dikantornya, Senin (15/4/19).

Ia mengatakan, selama ini dirinya memang mendegar banyak keluhan dari awak media maupun LSM, terkait dengan semakin tertutupnya Kadinkes Enny dan Sekdis Neneng. Seharusnya setelah kejadian pemeriksaan oleh KPK, Eni semakin membuka diri kepada semua pihak.

“Keluhan seperti ini sudah lama saya dengar. Ini tidak bisa dibiarkan, Ombudsman harus tahu dan saya akan buat laporannya. Kalau ditemui pada acara seremonial memang bisa, tapi kan tertutup kalau ditanya berbagai kasus,” ungkapnya.

Saat awak media mencoba untuk menemui Enny, ia terlihat menghindar dengan alasan mengaku buru-buru karena ada rapat dinas. Bahkan nomor telepon Enny sudah tidak aktif lagi. (R1)

 



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

IKLAN (ADVERTISEMENT)

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook dan twitter serta dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat



Komentar Terakhir

  • Harga Pipa HDPE

    If you might be interested feel free to send me an email. I look forward to ...

    View Article
  • Jasabola

    Hi, i feel that i noticed you visited my site so i came to go back the ...

    View Article
  • Rahma

    Ya ampun dikapling teluk pucung wisma asri dibkin sertivikat sm rt rw dsni dimntain ...

    View Article
  • jual postinor

    pemeriksaan penggunaan obat seperti ini memang harus dilakukan, tapi mungkin agar di ...

    View Article