KPK Agendakan Periksa Ketua DPR Terkait Kasus Proyek e-KTP

By Reaksi Nasional 04 Jun 2018, 17:27:32 WIBHukum&Kriminal

KPK Agendakan Periksa Ketua DPR Terkait Kasus Proyek e-KTP

Keterangan Gambar :


Oleh Bontor Sitanggang

REAKSI JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan memeriksa Ketua DPR Bambang Soesatyo sebagai saksi terkait kasus proyek e-KTP, hari ini (4/6). Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan menjelaskan pemanggilan Bamsoet adalah bagian dalam upaya mengklarifikasi beberapa hal dalam kasus tersebut.

"Pada prinsipnya begini, pengembangan itu jelas sudah ada beberapa jadi tersangka. Semua informasi di persidangan harus kita klarifikasi benar tidak," kata Basaria, di Jakarta Pusat, Senin (3/6/2018).

"Pada prinsipnya begini, pengembangan itu jelas sudah ada beberapa jadi tsk. Semua informasi di persidangan harus kita klarifikasi benar atau tidak," sambung Basaria.

Basaria menjelaskan, pemeriksaan Bamsoet tidak menutup bagian dari pengembangan kasus proyek e-KTP. Dia juga tidak menutup kemungkinan adanya tersangka baru dalam kasus tersebut. Namun, menuruntya perlu ada dua alat bukti untuk bisa menetapkan tersangka baru.

"Apa kemudian akan jadi tersangka? Sudah barang tentu tidak ada jaminan untuk itu. Kita harus menemukan dua alat bukti dulu. Pemanggilan itu tidak dalam hal-hal baru karena masih dalam proses pengembangan untuk menemukan bukti lain," ungkapnya.

Namun, Basaria tidak menyebutkan informasi apa yang akan diklarifikasi ke Bamsoet tersebut. Intinya, pemanggilan Bamsoet tadinya sebagai saksi untuk tersangka Irvanto Hendra Pambudi Cahyo dan Made Oka Masagung.

"Pemanggilan itu tidak dalam hal-hal baru, karena masih dalam proses pengembangan untuk menemukan bukti lain," kata Basaria.

Tak Penuhi Panggilan

Sementara itu, Ketua DPR Bambang Soesatyo, mengaku belum bisa memenuhi panggilan penyidik KPK sebagai saksi dalam penyidikan kasus e-KTP.

Bamsoet, panggilan akrab Bambang Soesatyo mengatakan, ketidakhadirannya disebabkan adanya kegiatan di dewan.

"Karena benturan dengan berbagai kegiatan kedewanan protokoler seperti hari ini," kata Bamsoet Bamsoet dalam keterangan terpisah di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta.

Untuk itu, Bamsoet mengaku sudah meminta penjadwalan ulang kepada KPK atas pemanggilan dirinya sebagai saksi atas tersangka keponakan Setya Novanto, Irvanto Hendra Pambudi Cahyo dan pengusaha Made Oka Masagung.

"Saya telah mengirim surat untuk dapat dijadwalkan kembali mengingat kegiatan di DPR pada pagi hingga siang dan kegiatan keagaman pada siang, sore hingga malam harinya telah terjadwal jauh-jauh hari," jelas Bamsoet.

Ia pun memastikan siap membantu KPK dalam penyidikan kasus yang telah menjerat eks Ketua DPR Setya Novanto itu. Selain itu, Bamsoet juga memberi apresiasi kepada KPK yang disebutnya semakin baik dalam melakukan penindakan terhadap perkara-perkara korupsi.

"Ketidakhadiran ini sendiri hanyalah masalah teknis terkait adanya agenda dalam waktu yang bersamaan. Sekali lagi saya tegaskan, bahwa saya siap memberi keterangan yang dibutuhkan sebagai saksi sesuai dengan apa yang saya ketahui," tuturnya. (R1)



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment