Mengungkap Dugaan "Permainan" Anggaran PJU Kab Bekasi

By Reaksi Nasional 14 Nov 2019, 19:36:18 WIBReaksi Bekasi

Mengungkap Dugaan "Permainan" Anggaran PJU Kab Bekasi

Keterangan Gambar : Ketua LSM Gepari Kabupaten Bekasi, Lambok Nababan -- Salah satu PJU perbatasan Kabupaten Bekasi


REAKSI CIKARANG - Tampaknya anggaran yang digelontorkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi untuk Bidang Pertamanan dan PJU pada Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPRKPP) Kabupaten Bekasi kini mulai terungkap dugaan "permianannya".

Dugaan permainan dalam mengelola PJU tersebut terlihat dalam mengelola anggaran revitalisasi PJU perbatasan Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi, serta anggaran revitalisasi perbatasan Kabupten Karawang dan Kab Bekasi di media jalan negara. Sehingga akibat dugaan permainan itu, berpotensi merugikan keuangan Pemkab Bekasi.

Demikian diungkapkan Ketua LSM Gerakan Pejuang Aspirasi Rakyat Independen (Gepari) Kabupaten Bekasi, Lambok Nababan kepada Reaksi, Kamis (14/11/2019). Ditambahkan Lambok, dengan adanya dugaan permainan tersebut mengundang tanda tanya, terlebih anggarannya setiap tahun digelontorkan.

"Dugaan permianan ini sangat kental nuansanya, bahkan terindikasi merugikan keuang negara," ujar Lambok.

Dikatakan Lambok, dugaan itu mulai terungkap karena dana yang di alokasikan dari APBD tahun 2018 untuk revitalisasi itu terindikasi tumpak tindih atau operlapping. Sebab, pekerjaan revitalisasi PJU perbatasan Kota Bekasi - Kab Bekasi senilai Rp1,995 milyar itu dibagi menjadi 2 bagian, yakni pekerjaan revitalisasi Rp514 juta yang di menangkan PT Berkah Putra Laksono, dan pengadaan Armature lampu PJU Led 120 watt sebesar Rp1,421 milyar dengan menggunakan sistim e-katalog.

Padahal pekerjaan revitalisasi PJU tersebut bukan hanya untuk memasang lampu PJU belaka. Akan tetapi, berikut dengan komponennya. Sehingga tidak perlu lagi pengadaan Armature lampu PJU Led 120 watt dilakukan, hal inilah yang menjadikan timbulnya dugaan operlapping atau tumpang tindih.

"Dugaan operlapping sangat kentara, sebab di pekerjaan revitalisasi sudah termaksud pengadaan komponen PJU. Namun ada lagi pengadaan armature lampu," imbuh Lambok.

Anehnya, kata Lambok menambahkan, dalam pekerjaan revitalisasi PJU perbatasan Kab Karawang - Kab Bekasi tahun 2018 modusnya sama. Anggaran itu dibagi 2 kegiatan, yakni pekerjaan revitalisasi PJU nilainya Rp535 juta dengan sistim tender yang dimenangkan PT Wiria Intan Teknik. Sementara pengadaan Armature lampu PJU Fokus 120 watt dengan anggaran Rp1,421 miliar menggunakan sistim E-katalog. Dan kegiatan ini juga diduga operlapping.

Ironisnya, pada tahun 2019 kegiatan serupa kembali muncul dengan anggaran semakin besar, yakni revitalisasi PJU perbatasan Kota Bekasi - Kab Bekasi dimenangkan PT Maju Prima Mapan dengan anggaran Rp447 juta, sedangkan pengadaan Armature lampu PJU Led 120 watt sekitar Rp2 milyar dengan menggunakan sistim E-katalog. Sementara pekerjaan di perbatasan Kab Karawang - Kab Bekasi sekitar Rp478 juta yang pemenangnya PT Jelita Hotmauli Sunggal, untuk pengadaan Armature lampu PJU Led 120 watt Rp2 milyar dengan menggunakan sistimE-katalog.

"Aneh kegiatan PJU, meski tahun 2018 sudah dianggarkan namun di tahun 2019 masih digelontorkan, bahkan anggarannya lebih besar. Padahal hanya sebatas mengganti lampu PJU yang mati di median jalan negara," kata Lambok.

Dari informasi yang kita himpun, kata Lambok, panjang jalan median negara dari batas Kota Bekasi hingga batas Kab Karawang yang menjadi wilayah Pemkab Bekasi hanya sepanjang 35 KM. Namun anehnya, Pemkab Bekasi melalui Bidang Pertamanan dan PJU DPRKPP menggelontorkan anggaran mencapai Rp 3,9 miliar pertahunnya.

 

Hal itu belum lagi termaksud anggaran kegiatan pemeliharaan yang ada di sepanjang jalan median negara tersebut. Baik pemeliharaan sarana prasarana perbatasan Kota Bekasi hingga Kab Karawang, pemeliharan di lokasi RE Martadinata, Lemah Abang. Dan ada juga pengadaan Armature Lampu Led 120 watt, padahal sepanjang media jalan negara itu ditaksir hanya 700 titik tiang PJU.

"Luar biasa anggaran PJU ini, di sepanjang median jalan negara dengan panjang 35 KM ini saja ada beberapa kegiatan yang berbeda. Dan ironisnya anggarannya fantastik, sehingga dugaan operlapping sangat menonjol," bebernya.

Selain itu, ada lagi anggaran operasional seksi PJU yang mencapai Rp500 jutaan. Hal itu mengindikasikan anggaran yang ada di Bidang Pertamanan dan PJU terlalu besar, sebab hanya untuk operasional saja bisa mencapai ratusan juta ruipah. Ini yanh harus diungkap dan selidiki aparat penegak hukum.

Kepala Bidang Pertamanan dan PJU DPRKPP Kab Bekasi, Andi Suhandi saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya tidak ada tanggapan, begitu juga seksi PJU. (TIM)

 



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

IKLAN (ADVERTISEMENT)

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook dan twitter serta dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat



Komentar Terakhir

  • bqqaxai

    where do i buy viagra yahoo generic viagra cheap india ...

    View Article
  • qehrxhjtlp

    Chez these shortcomings are admittedly to <a ...

    View Article
  • soaqpwu

    buy viagra online from canada cheap viagra uk next day delivery ...

    View Article
  • kbtolmq

    buy viagra uk quick delivery edu buy viagra allowed html tags <a ...

    View Article