Pemilik Panti Pijat Terkonfirmasi Positif COVID-19 Kabur dari Ambulans

By Reaksi Nasional 20 Okt 2020, 15:47:56 WIBMegapolitan

Pemilik Panti Pijat Terkonfirmasi Positif COVID-19 Kabur dari Ambulans

Keterangan Gambar : Aparat gabungan Operasi Yustisi COVID-19 Kebon Jeruk memboyong belasan perempuan dan laki-laki yang melanggar aturan PSBB di Panti Pijat Wijaya, Kebom Jeruk, Jakarta, Minggu (11/10/2020).


REAKSI JAKARTA - Pemilik panti pijat Wijaya di Kebon Jeruk Jakarta Barat berinisial E (34) yang nekat kabur dengan melompat dari ambulans yang membawanya ke Wisma Atlet Kemayoran terkonfirmasi positif COVID-19.

Kepala Panti Sosial Bina Karya Wanita Harapan Mulia Kedoya, Susan J Zulkifli menjelaskan kejadian tersebut berlangsung pada Kamis (8/10) lalu, E meloncat dari ambulans dan berbaur dengan massa aksi yang menolak UU Cipta Kerja.

“Sampai saat ini kami masih mencari keberadaan E. Dia meloncat dari ambulans dan berbaur dengan massa aksi yang menolak UU Cipta Kerja,” ujar Susan di Jakarta, Selasa.

E merupakan pemilik panti pijat Wijaya yang beberapa waktu sempat digerebek aparat, lantaran beroperasi di masa PSBB.

Susan menjelaskan terpaparnya E diketahui dari hasil swab test yang digelar aparat tiga pilar Kebon Jeruk setelah penggerebekan.

Total 11 perempuan diamankan aparat, dan diboyong ke Panti Sosial Bina Karya Wanita. Selain E, mereka adalah terapis pijat di lokasi tersebut.

Dari 11 perempuan, delapan dinyatakan positif COVID-19, dan satu diantara kasus positif rupanya mengidap komorbid HIV/AIDS.

E dan tujuh karyawannya yang terpapar COVID-19 dibawa ke Wisma Atlet Kemayoran untuk menjalani isolasi. Namun di tengah perjalanan, ambulans yang membawa mereka terjebak macet akibat massa pedemo di kawasan Sawah Besar.

E yang duduk di pinggir baris kedua nekat membuka pintu dan langsung melarikan diri mendekati massa, agar tidak terkejar oleh petugas ambulans.

Susan mengatakan pihak panti sosial telah melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwenang.

Sementara itu, Eman perempuan  lainnya telah menjalani isolasi di Wisma Atlet Kemayoran dan dinyatakan sembuh sepekan kemudian.

Sedangkan untuk perempuan berinisial S (20) dengan komorbid HIV/AIDS dipisahkan ke Rumah Sakit Khusus Daerah Duren Sawit.

Proses pemulangan mereka menuju Panti Sosial Bina Karya Wanita Harapan Mulia menggunakan mobil milik Dinas Sosial dan dikawal anggota TNI-Polri agar tak terulang kejadian serupa.

“Yang di RSKD Duren Sawit juga sudah sembuh dari COVID-19, tapi harus mendapat perawatan HIV yang diidapnya,” kata Susan.

Susan mengatakan para perempuan yang terjaring aparat tersebut harus menjalani pembinaan di panti sosial tersebut minimal satu tahun. (R2)



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

IKLAN (ADVERTISEMENT)

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook dan twitter serta dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat



Komentar Terakhir

  • harga kaos partai jogja

    terimakasi infonya sukses selalu wiw https://www.konveksikaosjogja.net ...

    View Article
  • jasa pembuatan website murah kaskus

    terimakasi infonya sukses selalu ais https://jasapembuatanwebsitemurah.com ...

    View Article
  • jasa pembuatan website murah kaskus

    terimakasi infonya sukses selalu ais https://jasapembuatanwebsitemurah.com ...

    View Article
  • approved canadian online pharmacies

    <a href="http://canadianbestpharmacyonline.com/"> ;canadian pharmacies shipping ...

    View Article