Pemkot Jakbar Monitoring Penerapan Pergub No 142/2019 di Lion Super Indo Duri Kosambi

By Reaksi Nasional 14 Jul 2020, 15:03:34 WIBMegapolitan

Pemkot Jakbar Monitoring Penerapan Pergub No 142/2019 di Lion Super Indo Duri Kosambi

Keterangan Gambar : Kasubbag Lingkungan Hidup dan Hutan Kota, Bagian Pembangunan Kota dan Lingkungan Hidup Jakarta Barat, Leli Utari bersama aparat gabungan sedang memeriksa KBRL yang disediakan pengelola Lion Super Indo Duri Kosambi, Selasa (14/7/2020).


Oleh Khairuddin Sinambela & Maulen Munthe

REAKSI JAKARTA - Aparat gabungan dari Pemkot Jakarta Barat melakukan monitoring terkait penerapan Pergub No.142 Tahun 2019 di Lion Super Indo, Duri Kosambi, Selasa (14/7/2020).

Petugas memberikan sosialisasi kepada pengelola dan pengunjung tentang penggunaan Kantong Belanja Ramah Lingkungan (KBRL).

Monitoring penerapan Pergub No.142/2019 tentang penggunaan KBRL di Lion Super Indo Duri Kosambi, berjalan aman dan lancar. Pasalnya, pihak pengelola swalayan ini sebelumnya sudah menerapkan aturan tersebut.

Kasubbag Lingkungan Hidup dan Hutan Kota, Bagian Pembangunan Kota dan Lingkungan Hidup Jakarta Barat, Leli Utari menuturkan, sudah 100 persen pengelola menggunakan kantong belanja ramah lingkungan.

Leli menambahkan, penerapan Pergub No.142 tahun 2019 di swalayan ini bisa dibuktikan dengan penyediaan KBRL yang sudah dilakukan oleh pihak pengelola serta penempatan standing banner yang ditempatkan di pintu masuk swalayan tersebut.

Tak hanya pengelola, pengunjung swalayan umumnya telah memahami penerapan aturan KBRL tersebut. "Pengunjung juga sudah tau. Mereka bawa kantong belanja sendiri. Kalau pun lupa bawa, mereka membeli KBRL dengan harga bervariasi. KBRL ukuran kecil (promosi), beli Rp 6000 dapat dua kantong. Sedangkan KBRL ukuran besar dijual Rp 15.000," jelas Leli.

Selain Pergub N0.142 tahun 2019, pihak pengelola swalayan tersebut juga menerapkan dan menaati semua protokol kesehatan saat PSBB masa transisi. Itu terlihat dari pembatasan jumlah pengunjung dari hari biasanya. Sekarang ini pengunjung maksimal hanya sekitar 60 orang. 

"Mereka batasi yang semula 900 pengunjung, sekarang cuma 60 pengunjung. Sama dengan jumlah tempat keranjang belanja. Jadi, pengunjung yang tak dapat keranjang, harus antri di luar," sahutnya.

Pelaksanaan penerapan protokol kesehatan juga bisa dilihat dari pemakaian masker dan face shield pada setiap karyawan serta jaga jarak yang mereka terapkan. Begitu juga dengan adanya tempat cuci tangan dengan sabun dan tersedianya hand sanitizer.  (R2)



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

IKLAN (ADVERTISEMENT)

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook dan twitter serta dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat



Komentar Terakhir

  • PaulClink

    [url=https://cleocing.com/]cleocin buy online uk[/url] [url=https://malegra.us.org/]best ...

    View Article
  • avatar-1

    sof

    710521 viagra sicher online kaufen [url=https://viaonlinebest.com/]we recommend ...

    View Article
  • Wiandsof

    be0021 we like it cheap 25mg viagra [url=http://viagrauyr.com/]viagra cheap[/url] ...

    View Article
  • JasonClink

    [url=http://vardenafilxr.com/]vardenafil 20mg[/url] [url=http://dapoxetine911.com/]dapoxetine ...

    View Article