Pemkot Jakbar Olah Popok Bayi Bekas Jadi Pelumas dan Fiber

By Reaksi Nasional 18 Nov 2019, 11:44:04 WIBRagam

Pemkot Jakbar Olah Popok Bayi Bekas Jadi Pelumas dan Fiber

Keterangan Gambar : Vice President Marketing KAO Indonesia, Susilowati didampingi Ketua TP PKK Jakbar, Hj. Inad Luciawaty Rustam menunjukkan popok bayi yang nantinya akan diolah menjadi pelumas dan fiber.


Oleh Khairuddin Sinambela & Maulen Munthe

REAKSI JAKARTA - Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) bekerja sama dengan perusahan PT KAO untuk mengolah popok bayi bekas menjadi bahan pelumas dan fiber.

Ketua TP PKK Jakarta Barat, Hj. Inad Luciawaty Rustam membuka kegiatan mengolah popok bayi bekas pakai untuk masa depan lingkungan di Ruang MH Thamrin, blok B gedung kantor Walikota Jakarta Barat, Jumat (15/11).

Sekitar 28 posyandu dari seluruh posyandu yang ada di wilayah Jakarta Barat menjadi pilot project gerakan pengolahan popok bayi bekas pakai. Limbah popok bayi nantinya diolah menjadi minyak pelumas mesin dan fiber. Hal ini merupakan salah satu program untuk memajukan masa depan lingkungan.

Inad mengatakan, gerakan mengolah popok bayi bekas pakai ini merupakan program CSR perusahaan PT KAO yang bekerjasama dengan Pemkot Jakarta Barat. "Kami mengapresiasi dan berbangga hati karena gerakan mengolah popok bayi bekas pakai baru yang pertama kali digelar di Jakarta Barat,” ungkapnya.

Dia mengakui, selama ini popok bayi yang sudah terpakai biasanya langsung dibuang ke tempat sampah. Tentu permasalahan ini akan menjadi beban di setiap lingkungan. Pasalnya, kejadian ini berpotensi untuk mencemari lingkungan serta meningkatkan volume sampah yang berdampak buruk terhadap kesehatan.

Inad merasa bersyukur karena kekhawatirannya selama ini terhadap efek samping yang ditimbulkan oleh popok bayi bekas pakai itu sudah terjawab. Syukurlah sudah ada teknologi yang bisa mengolahnya menjadi sesuatu yang bisa bermanfaat buat lingkungan.

"Tapi, doa saya terkabul. Karena ada pengolahan sampah popok bayi. Ini sangat bermanfaat dalam upaya mengurangi volume sampah," sahutnya.

Ia berharap agar gerakan mengolah popok bayi bekas pakai tersebut tidak hanya diterapkan di 28 posyandu. Namun, harus bisa diterapkan di 824 posyandu yang ada di wilayah Jakarta Barat.

"Program ini juga bisa menjadi tambahan buat kader posyandu dalam meningkatkan perekonomian. Lebih penting lagi untuk pengembangan posyandu," harapnya.

Di tempat yang sama, Susilowati selaku  Vice President Marketing KAO Indonesia, menjelaskan, kegiatan ini adalah merupakan salah satu program CSR dalam upaya memberikan dampak positif terhadap lingkungan.

Maksud dan tujuan program CSR ini adalah program senyumkan lingkungan melalui gerakan mengolah popok bayi bekas pakai.

"Popok bayi habis pakai ini nantinya diolah menjadi minyak dan fiber. Minyak olahan limbah popok bekas untuk mengoperasionalkan mesin. Sedangkan Fiber dapat diolah menjadi batako untuk bahan bangunan dan pot tanaman," ujar Susilowati.

Ia memaparkan, gerakan mengolah popok bayi bekas pakai ini akan melibatkan 1000 orang ibu pada 28 posyandu di wilayah Jakarta Barat. Mereka nantinya akan mendapatkan edukasi, sekaligus manfaat dalam rangka meningkatkan perekonomian para kader posyandu tersebut. (R2)



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment