Pengamat: Dukungan Kepala Daerah kepada Jokowi Masih Tahap Personal

By Reaksi Nasional 11 Jul 2018, 14:04:18 WIBNasional

Pengamat: Dukungan Kepala Daerah kepada Jokowi Masih Tahap Personal

Keterangan Gambar : Karel Susetyo


Oleh Bontor Sitanggang

REAKSI JKARTA - Pengamat politik dan kebijakan Point Indonesia Karel Susetyo mengungkapkan, beberapa kepela daerah yang menyatakan dukungannya kepada Joko Widodo (Jokowi), adalah sifatnya personal.

Menurut Karel, dukungan seperti itu baru sebatas di atas kertas saja, belum sampai di tingkat eksekusi. Sebab, bukanlah perkara mudah bagi kepala daerah untuk memberikan dukungan dengan mengerahkan bawahannya untuk mendukung calon presiden (capres) tertentu.

"Saya rasa dukungan itu baru sebatas di atas kertas saja. Belum sampai di tingkat eksekusinya seperti apa. Bukan suatu hal yang mudah buat gubernur misalnya untuk memerintahkan bupati dan walikota di bawahnya untuk mendukung capres tertentu. Karena, adanya beda kepentingan di pilpres (pemilihan presdien) nanti. Apalagi ada larangan buat para kepala daerah untuk menggunakan aparatnya dalam berkampanye pilpres. Jelas dukungan nanti akan bersifat personal saja, misalnya menjadi jurkam," ujar Karel kepada Reaksi saat dihubungi, Senin (9/7/2018).

Seperti diketahui, ada kepala daerah yang menyatakan dukungannya kepada Jokowi, salah satunya Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) TGH M Zainul Majdi atau yang lebih dikenal dengan julukan Tuan Guru Bajang (TGB), bahkan informasinya Demokrat tidak mengundang TGB dalam rapat partai.

"Iya itu tadi kan sifatnya personal. Apa bisa    dia menggerakkan dukungan kepada Jokowi di daerah-daetah basis Gerindra atau PKS?" ucap Karel.

Walaupun demikian, Karel mengatakan, keputusan yang akan diambil oleh semua partai politik dalam menyikapi bebagai hal mengenai pilpres sangatlah dinamis.

"Politik ke arah sana masih sangat dinamis," terangnya, seraya menegaskan dukungan partai pendukung sejauh ini masih tetap solid.

"Saya rasa masih solid selama tidak ada kontroversi dalam pemilihan cawapres Jokowi nanti dan juga MK (Mahkamah Konstitusi) menolak uji materi soal syarat ambang batas pengajuan capres," ucapnya.

Ia menilai, setiap partai pendukung pasti akan mengajukan cawapres, jadi hal ini tentunya akan menjadi pertimbangan untuk Jojowi dan partai pendukung.

"Bisa jadi kontroversi kalau Jokowi memilih cawapres yang bukan berasal dari salah satu partai pendukungnya," tegasnya.

Menurutnya, jika melihat survei dari beberapa ibu ada nama mantan Ketua MK Mahfud MD yang paling berpeluang jadi cawapres apakah yang cawapres Jokowi.

"Tiap-tiap partai pendukung sudah punya jagonya masing-asing untuk menjadi cawapres, kecuali Nasdem. Dan sampai sekarang belum ada parpol yang mengajukan Mahfud MD," katanya.

Karel mengakui, tidak tau PDIP sebagai pengusung utama akan memilih opsi cawapres dari partai pendukung atau dari luar partai pendukung.

"Soal itu saya tidak tahu pasti. Tapi tentunya ada keinginan besar dari tiap parpol untuk memajukan kadernya sebagai cawapres Jokowi. Dan itu hal yang lumrah dalam politik,” tandas dia. (R2)



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

IKLAN (ADVERTISEMENT)

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook dan twitter serta dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat



Komentar Terakhir

  • ttyguzy

    cheap cialis online pharmacy buy genuine pfizer viagra uk <a ...

    View Article
  • ztqczrx

    cheap viagra overnight cheap viagra safe [url=https://topedstoreusa.com/#]cheapest 20 mg ...

    View Article
  • uqvfhdt

    order cialis black cialis discount you <a href=https://topedstoreusa.com/#>can you ...

    View Article
  • ztemxln

    order cialis online no prescription real viagra sale online ...

    View Article