Pengamat: KPU Jangan Kaku, Peraturan Ada yang Mengikuti Dinamika Masyarakat

By Reaksi Nasional 18 Sep 2020, 14:20:06 WIBNasional

Pengamat: KPU Jangan Kaku, Peraturan Ada yang Mengikuti Dinamika Masyarakat

Keterangan Gambar :


Oleh Bontor Sitanggang

REAKSI JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) memperbolehkan para kandidat Pilkada Serentak 2020 menggelar konser musik di tengah pandemi virus corona dalam rangka kampanye. Hal itu diatur dalam pasal 63 ayat (1) PKPU Nomor 10 Tahun 2020.

Pernyataan KPU tersebut ternyata ditanggapi beragam di berbagai kalangan masyarakat. Tidak sedikit pula yang mengkritisi tindakan KPU yang dirasakan terlalu kaku.

Pengamat Politik dari Point Indonesia, Karel Susetyo, mengungkapkan bahwa apa yang dipertontonkan oleh KPU adalah kebijakan yang salah, sebab menurutnya, kebijakan itu tidak menyalahi apabila ada pertimbangan yang mendesak untuk dipertimbangkan.

"Jelas sebuah kebijakan yang salah. Karena potensi terhadap pelanggaran protokol kesehatan sangatlah besar," ujar Karel, kepada Renas, Jumat (18/09/2020).

"Saya rasa agak aneh ketika pemerintah sedang giat melakukan hukuman sosial tapi KPU malah seperti memberi ruang terhadap pelanggarannya," sambung Karel.

Dikatakan Karel, KPU boleh saja mengatakan bahwa ini adalah aturan dalam perundang-undangan (PKPU). Akan tetapi harus dilihat dalam menjalankan aturan itu, apakah ada aral yang menjadi penghalang dan menimbulkan resiko jika aturan itu dijalankan.

"PKPU kan sifatnya dinamis bukan statis. Salah besar kalau KPU menunjukkan kekakuannya dengan menabrak fakta dan data hari ini bahwa telah terjadi pandemi di seluruh dunia," kata Karel.

"Itu menurut saya sebuah alasan yang tidak tepat dan tidak bijak," sambungnya.

Karel, merasa heran KPU yang selalu mengedepankan peraturan tetapi seakan lupa apa yang sedang dihadapi oleh bangsa saat ini. Pandemi ini bukanlah masalah yang sederhana apabila tidak ditangani oleh seluruh elemen bangsa, niscaya corona akan semakin berkembang.

"Semua aturan buatan manusia bisa dirubah. Beda dengan aturan buatan Tuhan. Saya rasa mereka gagal memahami soal eksistensi sebuah peraturan. Peraturan itu ada mengikuti dinamika sebuah masyarakat. Kalau masyarakat tidak dalam pandemi tentu beda keadaannya saat mereka mengalami pandemi. Masyarakat saat ini lebih memprioritaskan kesehatan dan keselamatan nyawa ketimbang konser musik," tegasnya.

Karel mencontohkan, saat pandemi mulai merebak, pemerintah tak henti-hentinya memberikan arahan kepada seluruh masyarakat untuk selalu mematuhi protokol kesehatan seperti yang sudah dianjurkan. Namun faktanya, masih banyak masyarakat yang abai akan himbauan itu, hingga kemudian pemerintah bertindak tegas dengan memberikan sanksi jika tidak memakai masker, masih kumpul-kumpul dan tidak menjaga jarak, itupun masih saja terdengar bahwa masih ada masyarakat yang kena tindak, artinya sikap abai itu masih ada.

"Pasti. Karena ketika pendaftaran paslon kemarin di KPUD banyak sekali pelanggaran soal protokol kesehatan ini," pungkasnya. (R2)



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

IKLAN (ADVERTISEMENT)

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook dan twitter serta dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat



Komentar Terakhir

  • top canadian pharmacies

    <a href="http://canadianbestpharmacyonline.com/"> ;overseas pharmacies ...

    View Article
  • allopurinol 300 mg united kingdom

    finasteride 5mg australia <a href="http://finasteriden.com/">finasteride ...

    View Article
  • list of legitimate canadian pharmacies

    <a href="http://canadianbestpharmacyonline.com/"> ;canada pharmacies online ...

    View Article
  • likimenFophy

    ??? ?? ??????? ? ?????????? ...

    View Article