Perbedaan Agama Bukan Penghalang untuk Memajukan Bangsa

By Reaksi Nasional 21 Feb 2019, 12:27:58 WIBNasional

Perbedaan Agama Bukan Penghalang untuk Memajukan Bangsa

Keterangan Gambar :


Oleh Friendly Sianipar

REAKSI JAKARTA - Agama bukan pemecah bangsa. Perbedaan agama bukanlah penghalang untuk memajukan bangsa, terutama terkait isu pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.

Pernyataan tersebut mengemuka dalam pertemuan Koordinasi Organisasi Keagamaan yang diselenggarakan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA).

Deputi Bidang Partisipasi Masyarakat Kemen PPPA, Indra Gunawan memaparkan sejumlah permasalahan yang masih dialami perempuan dan anak dewasa ini. Oleh karena itu, ia mengajak pimpinan organisasi keagamaan untuk bersinergi dengan Kemen PPPA guna meminimalisasi hal tersebut.

“Ke depan, banyak program kementerian yang bisa kita sinergikan dengan organisasi keagamaan. Forum organisasi keagamaan ini dapat kita masukkan ke dalam Forum Komunikasi Nasional (Forkomnas) dan diikut-sertakan dalam kegiatan Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (PUSPA),” ujar Indra Gunawan, di Depok, Kamis (21/2)

Sebanyak 27 pimpinan organisasi keagamaan yang merepresentasikan lima agama, yaitu Islam, Kristen, Hindu, Budha, dan Konghucu hadir dalam pertemuan tersebut. Suasana diskusi pun  sangat akrab ketika mereka mendiskusikan upaya organisasi keagamaan untuk mendukung program pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.

“Kita perlu bekerjasama agar masyarakat tahu bahwa di antara umat beragama pun kita sedang bersama-sama menangani isu perlindungan anak. Mari kita berdiskusi ada kendala apa yang kita temukan di agama kita masing-masing terkait isu pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, khususnya tentang pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak,” ujar perwakilan organisasi Persekutuan Gereja Indonesia, Rully Devine Hutapea.

Para pimpinan organisasi keagamaan menyampaikan usulan dan rekomendasi menanggapi isu perempuan dan anak yang terjadi di sekitar mereka. Mereka yakin jika perbedaan agama bukanlah penghalang untuk memajukan bangsa dan akan menjunjung tinggi nilai-nilai kerukunan antar umat beragama.

Pertemuan itu menghasilkan empat rekomendasi, yaitu semua lembaga/organisasi keagamaan memiliki kepedulian yang sama terhadap perlindungan perempuan dan anak, adanya kesepakatan lembaga/organisasi keagamaan membentuk forum lintas agama untuk perlindungan perempuan dan anak (Forlappa).

Berikutnya, semua lembaga/organisasi keagamaan akan memperkuat literasi teks dan tafsir yang mendukung upaya perlindungan perempuan dan anak, serta semua lembaga/organisasi keagamaan akan melakukan aksi dan sinergi untuk perlindungan perempuan dan anak.

“Semua agama sebenarnya memiliki banyak persamaan, di antaranya sebagai cahaya penerang sehingga sudah seharusnya kita dapat bersama-sama menyelesaikan permasalahan perempuan dan anak sesuai dengan agama/keyakinan kita masing-masing,” tutur perwakilan organisasi Majelis Ulama Indonesia, Arif Fahrudin. (R2)



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

IKLAN (ADVERTISEMENT)

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook dan twitter serta dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat



Komentar Terakhir

  • best online international pharmacies

    <a href="http://canadianonlinepharmacyoffer.com/"&g t;best mail order ...

    View Article
  • AnZek

    buy generic cialis online <a href=http://generzoloft.com/>zoloft</a> cialis usa ...

    View Article
  • AnZek

    buy generic cialis online <a href=http://generzoloft.com/>zoloft</a> cialis usa ...

    View Article
  • AnZek

    buy generic cialis online <a href=http://generzoloft.com/>zoloft</a> cialis usa ...

    View Article