Ribuan Rumah Bakal Tergusur Proyek Double Track KA Bogor-Sukabumi

By Reaksi Nasional 19 Sep 2019, 13:15:34 WIBJabar dan Banten

Ribuan Rumah Bakal Tergusur Proyek Double Track KA Bogor-Sukabumi

Keterangan Gambar : Pembangunan Jalur kereta api Bogor-Sukabumi double track


Oleh Marihot Pakpahan

REAKSI BOGOR - Sebanyak kurang lebih 2.000 bangunan liar,  permanen maupun semi permanen di Kabupaten dan Kota Bogor, akan tergusur proyek pembangunan double track atau jalur rel ganda kereta api (KA) Bogor-Sukabumi. Ribuan bangunan permanen yang bakal digusur itu mulai dari Stasiun Maseng, Cijeruk, Kabupaten Bogor hingga Kelurahan Paledang, Bogor Tengah, Kota Bogor.                                                                                         

Camat Bogor Selatan Atep Budiman yang dikonfirmasi wartawan mengungkapkan, kurang lebih ada 1.645 rumah di Kelurahan Kelurahan Rancamaya, Kertamaya, Genteng, Cipaku, Lawang Gintung, Batutulis, Empang dan Bondongan di Kecamatan Bogor Selatan serta dua Kelurahan lain di Kecamatan Bogor Tengah.

Rinciannya 1.500 rumah di Kecamatan Bogor Selatan dan sisanya di Kecamatan Bogor Tengah.   "Dari jumlah tersebut, sebanyak 700 rumah di Kelurahan Empang menjadi jumlah terbanyak yang terdampak. Selain itu kurang lebih ada 45 fasilitas umum dan sosial ikut terdampak, di antaranya poskamling, PAUD, majelis dan yang lainnya. Dan lebih 3.000 warga Kota Bogor akan terdampak secara sosial," kata Atep.                                                                       

Menurutnya, proses sosialisasi kepada masyarakat, utamanya yang terdampak proyek pembangunan tersebut sudah dilaksanakan sejak minggu pertama September 2019. Rencananya uang kerohiman akan diserahkan PT KAI pada awal Desember 2019 secara nontunai yang meliputi empat komponen, yaitu untuk biaya bongkar, biaya sewa kontrak setahun, biaya mobilisasi dan biaya bagi rumah-rumah yang memiliki nilai ekonomi.

Sebelumnya, tambah Atep,  akan dilakukan penilaian bersama oleh konsultan penilai publik yang ditunjuk Ditjen Perkeretaapian sebagai langkah verifikasi langsung pada Oktober hingga November 2019.

"Kami juga akan mencoba untuk melakukan verifikasi lebih lanjut guna mengklasifikasi dan mengidentifikasi agar mendapatkan kejelasan lahan atau bangunan warga yang terdampak proyek pembangunan tersebut," ujarnya.

Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Jawa Bagian Barat Achyar Pasaribu  yang ditemui di lapangan mengatakan, dari hasil pendataan jumlah bangunan yang terdampak kemungkinan bertambah. Sebab, saat ini masih berlangsung pendataan tahap dua segmen 3.                                                     

Sementara Walikota Bogor Bima Arya berencana akan menemui dan berdialog dengan para warga Kota Bogor yang terdampak rencana proyek pembangunan jalur ganda Bogor-Sukabumi.

"Terhadap warga Kota Bogor yang terdampak proyek pembangunan rel ganda, kita tidak bisa lepas tangan begitu saja. Untuk aparatur wilayah terkait tetap berdialog dengan warga terdampak," kata Bima hari Rabu (18/9). (R1)



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

IKLAN (ADVERTISEMENT)

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook dan twitter serta dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat



Komentar Terakhir

  • Cindyghcoego

    cialis cost <a href="https://uspaxil.com/#">paxil onlime</a> buy ...

    View Article
  • September is Healthy Aging Month

    What's up colleagues, nice article and pleasant arguments commented here, I am ...

    View Article
  • Cindyuscoego

    cialis <a href="http://profcialis.com/">cialis coupons online</a> ...

    View Article
  • Oegank

    Penjara kan pejabat Pemda DKI yg berbuat semena2, dan segera bayarkan hak ahli ...

    View Article