Tim Dirgantara Project ITB Raih Juara 1 SAFMC 2019

By Reaksi Nasional 04 Apr 2019, 17:30:03 WIBPendidikan

Tim Dirgantara Project ITB Raih Juara 1 SAFMC 2019

Keterangan Gambar : Para mahasiswa teknik dirgantara mempresentasikan Modular Drone dan Flapping Wing.


REAKSI BANDUNG - Prestasi membanggakan ditorehkan mahasiswa Teknik Dirgantara Institut Teknologi Bandung. Tim Dirgantara Project yang terdiri dari atas Rizki Duatmaja (Teknik Dirgantara 2015), Damardayu AH. (Teknik Dirgantara 2015), Muhammad Nur Badruddin (Teknik Dirgantara 2015), Arifian Sandovic P (Teknik Dirgantara 2017) dan Rizqy Agung (Teknik Dirgantara 2017) berhasil meraih juara 1 pada kompetisi Singapore Amazing Flying Machine Competition (SAFMC) 2019 yang diselenggarakan pada 14 Maret-23 Maret 2019 di ITE College Central, Singapura.

Singapore Amazing Flying Machine merupakan sebuah kompetisi tahunan yang diselenggarakan oleh DSO National Laboratories dan Science Center Singapore, serta didukung juga oleh Kementerian Pertahanan Singapura. SAFMC ini dibentuk sebagai wadah bagi siswa agar dapat menunjukkan inovasinya dalam pembuatan desain pesawat yang unik.

Reporter Humas ITB berkesempatan untuk mewawancarai langsung ketua Tim Dirgantara Project yaitu Rizqy Agung pada Selasa (26/3/2019). Dalam kompetisi tingkat internasional yang turut diikuti oleh sejumlah peserta dari Indonesia, Thailand, Singapura, dan Hongkong, Tim Dirgantara Project mampu mengungguli peserta dari negara tersebut dengan dua konsep desain yang mereka ajukan. “Lombanya itu terdiri dari kategori A, B, C1, C2, D1, D2, dan E, kami ikut yang kategori E. Kategori E itu namanya unconventional dan dibuka untuk publik. Siapapun bisa ikut, namun rata-rata anak kuliahan,” jelas Agung.

“Unconventional maksudnya berarti desain-nya anti mainstream. Jadi kami harus membuat wahana seunik mungkin, mendesain wahana sendiri, pokoknya semua serba kreativitas kami sendiri,” tambah Agung seperti dikutip dari rilis Humas ITB yang diterima Reaksi, Kamis (4/4).

Tim di bawah bimbingan Mochammad Agoes Moelyadi, mengusung konsep Modular Drone dan Flapping Wing dalam projeknya. “Modular Drone ini adalah drone yang mempunyai empat lengan dan bisa di bongkar pasang, bisa dipasangi roda di bagian lain framenya sehingga bisa berjalan layaknya mobil. Kami juga melengkapi drone ini dengan fitur LED untuk memberi kode. Misalkan LED warna merah, maka itu menunjukkan ada bahaya di daerah sekitar drone tersebut,” pungkas Agung.

Misi yang dijalankan oleh drone ini cukup menarik yaitu terbang membawa kotak obat ke orang yang terluka melalui rintangan, kemudian drone dipasangi roda di sisi lain dari frame dan drone akan melaju layaknya mobil sambil membersihkan rintangan yang ada di jalan.
Misi yang kedua adalah modular drone membawa flapping wing untuk monitoring.

Ketika drone terbang, flapping wing yang dilengkapi dengan kamera yang tersambung dengan monitor di darat akan dilepaskan untuk memonitor suatu daerah yang sulit dijangkau oleh drone. Flapping Wing sendiri merupakan UAV (Unmanned Aerial Vehicle) yang memiliki sayap seperti capung seberat 20 gram dan memiliki konsep untuk memantau suatu kejadian. Untuk menghasilkan dua konsep yang matang dan siap diuji tentu saja membutuhkan persiapan yang cukup dan efektif. (rls/R2)



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

IKLAN (ADVERTISEMENT)

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook dan twitter serta dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat



Komentar Terakhir

  • NebkvoGlalf

    I was really itching to tails of some wager some change on some sports matches that ...

    View Article
  • MhciohGlalf

    I was actually itching to treat some wager some change on some sports matches that ...

    View Article
  • bitcoinmerch

    I'm gone to say to my little brother, that he should also pay a quick visit ...

    View Article
  • aztvtiuysu

    generic cialis <a href="http://usaviagline.com/">buy viagra canada</a> ...

    View Article