Tim Tabur Tangkap Buronan Kasus Pengadaan Kapal Kabupaten Dompu

By Reaksi Nasional 27 Feb 2020, 13:49:55 WIBHukum&Kriminal

Tim Tabur Tangkap Buronan Kasus Pengadaan Kapal Kabupaten Dompu

Keterangan Gambar :


Oleh Bontor Sitanggang

REAKSI JAKARTA- Tim Tabur Intelijen Kejati NTB bekerja sama dengan Tim AMC Intelijen Kejaksaan Agung RI, sukses menangkap buronan atau Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejaksaan Negeri Dompu, Kartono S.pd.

Kartono, sendiri adalah terpidana yang berdasarkan Putusan Mahkamah Agung Nomor : 1102/K/Pidsus/2009 tanggal 03 November 2010 diputuskan bersalah melakukan tindak pidana korupsi dengan kasus posisi bahwa terpidana Kartono, selaku Direktur CV. Pangesti Jaya Marine bersama sama dengan Iwan Iskandar, Mohammad Abdul Rojak, Arifin S.Sos dan Raodah Ismail (diperiksa dalam perkara Terpisah) telah mengerjakan proyek pengadaan 2 (dua) unit kapal tangkap ikan pada Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Dompu Tahum Anggaran 2006 dengan pagu anggaran sebesar Rp. 836.250.000.

"Hari ini, Rabu 26 Februari 2020 sekira pukul 15.50 Wita Tim Tabur Intelijen Kejati NTB bekerja sama dengan Tim AMC Intelijen Kejaksaan Agung RI. berhasil mengamankan saudara Kartono, S.Pd. buronan / DPO Kejari Dompu dalam perkara tindak pidana korupsi Pengadaan Kapal Tangkap Ikan pada Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Dompu Tahun Anggaran 2006," ujar Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung RI, Hari Setiyono, dalam siaran persnya, Rabu (26/02/2020) malam.

Dikatakan Hari, CV. Pangesti Jaya Marine ditujuk sebagai pemenang lelang dengan nilai kontrak Rp.759.000.000, berdasarkan Surat Perjanjian Kerja (SPK) Nomor : 753/523/2006 tanggal 11 Oktober 2006 dengan masa kontrak selama 60 hari.

Setelah jangka waktu kontrak selesai dan dilakukan Pemeriksaan oleh Tim Pemeriksa Barang yaitu H. Mohammad A Rajak, Arifin, S.Sos Iwan Iskandar dan Raodah Ismail, 2 (dua) unit kapal penangkap ikan dinyatakan sudah sesuai dengan spesifikasi dan kemudian diserahkan kepada Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Dompu untuk diserahkan kepada nelayan.

Namun fakta di lapangan menunjukan sebaliknya bahwa 2 (dua) unit kapal penangkap ikan tersebut tidak sesuai dengan spesifikasi sehingga tidak dapat digunakan hingga merugikan keuangan negara sebesar Rp.690.000.000.

Dan karenanya terpidana didakwa melakukan tindak pidana sebagai berikut, Primair :

Melanggar Pasal 2 ayat (1) UU No. : 31 Tahun 1999 jo. UU No. : 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP

Subsidiair :

Melanggar Pasal 3 UU No. : 31 Tahum 1999 jo UU No. : 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP jo. Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Setelah proses sidang, Kartono dituntut pidana terbukti bersalah melakukan Tindak Pidana Korupsi dan melanggar Pasal 2 ayat (1) UU No.: 31 Tahun 1999 jo UU No. 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP jo. Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Menghukum para Terdakwa dengan pidana penjara masing masing selama 5 Tahun, membayar denda masing masing sebesar Rp. 200.000.000 subsidiar 1 Tahun kurungan, membayar uang pengganti sebesar Rp.690.000.000., Subsidiair 1 Tahun Kurungan.

Kemudian dalam putusan Pengadilan Negeri Dompu Nomor :160/Pid.E/2007/PN.Dmp tanggal 05 Agustus 2008 menyatakan terdakwa I Kartono, terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana diatur dan diancam dalam Dakwaan Primair.

Menyatakan Terdakwa II Muhamad Abdul Rojak tidak Terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diatur dalam dakwaan primair maupun subsidiair.

Menjatuhkan pidana Terhadap Terdakwa I Kartono SPd dengan Pidana Penjara selama 4 Tahun dan membayar Denda sebesar Rp. 200.000.000.subsisiar 6 (enam) bulan Kurungan. Membayar uang Pegganti sebesar Rp 75.900.000 subsidiar 6 Bulan Kurungan.

Putusan Pengadilan Tinggi Mataram Nomor : 210/PID/2098/PT.MTR tanggal 03 Februari 2009 Menguatkan Putusan Pengadilan Negeri Dompu.

Putusan Kasasi No.:1102 K/PIDSUS/2009 tanggal 03 November 2010 menyatakan menolak Kasasi baik terpidana maupun penuntut umum.

Terpidana ditangkap di rumahnya di Desa Medana RT.03 RW. 01 Tanjung Lombok Utara tanpa perlawanan setelah dilakukan pemantauan dan pengintaian oleh Tim Tabur Kejati NTB yang bekerja sama dengan Tim Adhyaksa Monitoring Centre (AMC) Intelijen Kejaksaan Agung RI.

Program Tangkap Buronan (Tabur) merupakan upaya optimalisasi penangkapan buronan pelaku kejahatan dalam rangka penuntasan perkara baik tindak pidana umum maupun tindak pidana khusus. Ditetapkan target bagi setiap Kejaksaan Tinggi di seluruh Indonesia yaitu minimal 1 (satu) kegiatan pengamanan terhadap buronan kejahatan untuk setiap triwulan.

Pada tahun 2020 Program Tabur untuk Kejaksaan Tinggi NTB merupakan keberhasilan pertama, sedangkan secara nasional Program Tabur Tahun 2020 sudah berhasil menangkap sebanyak 8 orang. (R1)

 



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

IKLAN (ADVERTISEMENT)

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook dan twitter serta dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat



Komentar Terakhir

  • DeannaZer

    As I could (purely I take a unrepresented lab buy generic viagra cores to open to ...

    View Article
  • no prescription pharmacy canada

    <a href="http://canadianonlinepharmacyph.com/">c anadian pharmacy</a> ...

    View Article
  • Bobbyquarp

    pharmacy online no prescription <a ...

    View Article
  • prescription drugs online without

    <a href="http://canadianpharmaciesntv.com/">no 1 canadian pharcharmy ...

    View Article